oleh

Mewakili Kecamatan Tanah Sepenggal, Dusun Tenam Ikut Lomba Gedubrak

Share

MUARA BUNGO – Gerakan Dusun Bersih, Rapi, Asri dan Kreatif (GEDUBRAK) merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Bungo yang dipimpin Bupati H. Mashuri dan Wakil Bupati Safrudin Dwi Apriyanto.

Program Gedubrak ini juga merupakan penunjang visi Pemerintahan Kabupaten Bungo menuju Bungo Maju dan Sejahtera (Bungo Master) 2021.

Dalam kesempatan ini, dari sepuluh Dusun (Desa) Se Kecamatan Tanah Sepenggal. Dusun Tenam dipercaya untuk mewakili peserta lomba Gedubrak tersebut, yang diikuti 17 Dusun Se Kabupaten Bungo.

Sambutan ketua tim Penilai, Alvianto

Zamsofwan, Rio Dusun Tenam mengatakan. Bahwa Dusun Tenam sudah masuk kali kedua ikut menjadi peserta lomba Dusun tingkat Kabupaten. Tentu hal ini menurutnya menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Dusun Tenam.

“Sebelumnya Dusun Tenam mewakili Kecamatan lomba kerapian administrasi, kali ini kembali dipercaya mewakili Kecamatan sebagai peserta lomba gedubrak.” tutur Zamsofwan Sabtu (01/09/2018).

Ia menyebutkan, adanya lomba antar Dusun ini bukan berarti Dusun yang ia pimpin menargetkan juara. Namun yang ia harap partisipasi masyarakat yang terpenting untuk menjaga lingkungan yang berkelanjutan.

Sejumlah Tim Penilai melihat pemukiman warga

“Apapun hasil dari tim penilai nanti akan kami terima dengan senang hati, terlebih kekurangan dan kelebihan dari nilai nanti itulah yang menjadi motivasi bagi kami untuk lebih baik kedepannya.” tambahnya

Alvianto, selaku ketua tim penilai dari Kabupaten Bungo saat berkunjung ke Dusun Tenam menyebutkan bahwa Tim penilai tergabung dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Program Gedubrak ini merupakan program unggulan Pemkab Bungo, dan tim penilai terbagi dari bebebrapa OPD, ada yang dari Setda bagian SDA, Dinas LH, TP PKK, Dinas Pendidikan,” sebut Alvianto saat berada di Dusun Tenam.

Dalam penilaian, Alvianto juga menyebutkan tidak ada intervensi dari pihak manapun, apa yang ia nilai sesuai kondisi apa yang ia lihat bersama tim dilapangan.

“Tujuan lomba ini diharapkan kedepan adanya pollow UP dari Dusun itu sendiri, tentu untuk merubah pola pikir masyarakat untuk menjaga lingkungan,” ucap Alvianto.

Adapun kategori penilaian adalah sistem administrasi, kelompok pengelolaan kebersihan, kebersihan area maupun pemukiman dan usaha kreatif.

“Yang terpenting itu kreatifitas masyarakat, dari menjaga kebersihan dan kreatifitas pengolahan dari sampah bengkas.”singkatnya.

Penulis : Ahmad Pudaili

Komentar

News Feed