Pernah Jadi Marbot Masjid, Andryadi Raih Gelar Doktor di Usia 30 Tahun

Artikel, Titik Bungo1.839 views
Share

Sebuah prestasi lahir dari jerih payah setelah melalui serangkaian perjuangan. Tak hanya bagi dirinya sendiri, sebuah prestasi itu juga bisa memberi kebanggaan bagi keluarga, daerah, juga bangsa tanah air tercinta.

Hal itulah yang dirasakan Andryadi (30). Pria asal Desa Tenam, Kecamatan Tanah Sepenggal, kabupaten Bungo Jambi ini berhasil meraih gelar doktor di Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, pada 5 Juli 2022.

Dia dinyatakan lulus sebelum waktunya, dan tercatat dalam waktu 2,7 tahun. Dengan penguji Eksternal dari Jakarta, yaitu Guru besar UIN SYARIF Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Abuddin Nata, M.A.

Adapun judul Disertasinya adalah “Pola Pendidikan Karakter Siswa di Madrasah Aliyah Hidayatul Ulum Bungo Berbasis Kearifan Lokal”,

Ujian promosi doktor yang berlangsung mendapat apresiasi dari Direktur Pascasarjana UIN Imam Bonjol Padang Direktur Prof. Dr. Firdaus M.Ag, dan ketua Prodi Dr. Muhammad Zalnur, M.Ag beserta dari segenap tim penguji.

Lalu bagaimana ceritanya sehingga bisa meraih gelar bergengsi dalam tingkatan strata akademik itu? Berikut sekilas cerita perjalanannya :

Dr. Andryadi, M.Pd

Dalam mencapai tujuan ini tentu banyak hal yang harus dikorbankan, baik itu waktu, tenaga maupun biaya. Namun hal itu tidak menyurutkan semangat dia untuk terus belajar.

Dimana sebelumnya, Dr. Andryadi, M.Pd, ini adalah lulusan Sarjana dan Magister di UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, saat kuliah Strata 1 dia pernah menjadi marbot di sebuah Masjid di Kota Jambi.

Dan disaat penyelesaian program Magister, dia juga pernah bekerja di sebuah Car Wash (tempat cucian mobil). Karna bagi dia tidak ada alasan untuk tidak melanjutkan pendidikan. Sehingga pada tahun 2016 dia berhasil menyelesaikan pendidikan Magister dan mengabdi di IAI Yasni Bungo.

Dua tahun mengabdi sebagai tenaga pengajar di IAI Yasni Bungo, pada tahun 2019 dia mengikuti seleksi beasiswa 5000 Doktor/ Mora dan langsung diterima di kampus UIN Imam Bonjol Padang pada Prodi Pendidikan Islam.

Tak hanya sampai disana, Dr. Andryadi, M.Pd., harus membagi waktu antara kewajibannya sebagai tenaga pendidik di IAI Yasni Bungo dan tugasnya sebagai mahasiswa di UIN Imam Bonjol Padang.

Kesibukan demi kesibukan dilalui tanpa mengeluh dan mengenal lelah, bagi beliau setiap proses adalah sebuah progres. “Saya yakin, setiap perjuangan akan membuahkan keberhasilan, cepat maupun lambat.” singkatnya.

Penulis : Ahmad Pudaili

Komentar