Muara Tebo – Menyikapi adanya warga Kabupaten Tebo yang terpapar terorisme beberapa hari ini, di Provinsi Riau.
Kini menjadi perhatian khusus warga Nahdlatul Ulama, karena selama ini selalu mensosialisasikan bahayanya faham radikalisme di Kabupaten Tebo.
Kejadian ini dianggap pukulan bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Tebo, Artinya kedepan harus lebih giat lagi untuk mengatasi faham – faham radikalisme.
Sekretaris Nahdlatul Ulama (NU) cabang Tebo, Kiyai Ritaudin menyebutkan bahwa atas peristiwa tersebut kita harus sadar karena faham radikal itu sudah masuk di wilayah Kabupaten Tebo.
“Artinya kita harus sadar bahwa faham radikal itu sudah masuk dan perlu intensif pengkaderan,” katanya.
Ia menyebutkan, untuk Pemerintah Daerah seharusnya merespon cepat adanya faham radikalisme yang ada di kabupaten ini. dan Seharusnya Bupati dengan berbagai kewenanganya mengumpulkan pihak – pihak yang bisa diajak bicara terutama Nahdlatul Ulama sebagai organisasi yg komitmen terhadap isu terorisme.
“Kabupaten Tebo sekarang jadi terkenal bukan karena prestasi, tapi muncul dari isu terorisme, oleh karena itu perlu adanya pihak pihak yang bisa membicarakan persoalan ini, melalui forum Pemerintahan Tebo yang memiliki kewenangan, agar bersama mencari solusi untuk mengantisipasi faham faham radikal yang berkembang di Tebo,” ucapnya. Sabtu (08/02/2020)
Selain itu Ketua Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Tebo Jawir, juga menanggapi kejadian tersebut. Jawir sangat menyayangkan adanya warga Kabupaten Tebo yang terpapar Terorisme. Dan menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang terpapar terorisme, menurutnya, “Pertama, Faktor Ekonomi, Kedua Faktor Prustasi atau Kekecewaan karna Hukum, Ketiga Faktor salah pergaulan atau salah dalam menimba ilmu,” katanya.
Ia menyebut, dalam tiga faktor itu yang paling banyak terpapar terorisme yaitu kebanyakan dari mereka yang belajar tidak langsung bersumber dari guru, melainkan media sosial seperti youtube dan lainnya.
Hal senada juga disampaikannya bahwa hari ini sangat diperlukan peran pemerintah dan pemuda.
“Peran aktif pemerintah dari semua tingkatan sangat penting untuk bisa berperan, terutama pada tingkat pemuda. GP Ansor Tebo selalu mengingatkan seluruh anggotanya pada kesempatan apapun untuk terus berupaya agar memahami dan memberikan penjelasan bahwa agama apapun melarang untuk melakukan bentuk tindak kekerasan, karna kekerasan bukan menjadi solusi ketika menghadapi persoalan-persoalan sosial ditingkat masyarakat, kami pikir “pekerjaan” seperti ini harus menjadi perhatian pemerintah khususnya pemerintah Kabupaten Tebo, peristiwa seperti ini di Tebo tidak hanya terjadi pada kejadian ini saja, kita ingat peristiwa Gafatar contohnya beberapa tahun yg lalu ternyata yang melakukan perekrutan anggota dalam Provinsi Jambi juga dilakukan oleh pemuda yang berasal dari Kabupaten Tebo,” tuturnya.
Menurutnya, “Evaluasi dan refleksi organisasi kepemudaan pada setiap tingkatan menjadi penting jika kita mau serius agar pemuda khususnya Kabupaten Tebo tidak ada lagi yang terpapar dengan kekerasan atas nama agama,” pungkasnya.
Reporter : Mok Ci
Editor : Ahmad Pudaili























