oleh

Catatan Kandidat UAS – Hairan Untuk Lima Tahun Mendatang

Share

Tanjab Barat-, Keinginan tercapainya pelaksanaan legislasi kepemilikian lahan melalui sertifikasi lahan dan mendorong regulasi hutan Adat.

Dewasa ini, konflik penguasaan ruang dan pengelolaan sumber daya alam marak terjadi diduga ketidakadilan dalam penguasaan sumber daya oleh negara, yang seharusnya ditunjukan untuk kesejahteraan masyarakat. Namun dengan terbitnya penetapan kawasan hutan produksi (HP) maupun konservasi, akan tetapi disatu sisi pemberian ijin usaha perkebunan skala luas (hasil konservasi hutan), penerbitan ijin usaha ektraktif pertambangan hingga paling mutakhir pembangunan koridor-koridor ekonomi dan kesepakatan blok perdagangan regional/global. Adalah contoh negara melalui kekuasaanya terus menreproduksi ruang sekaligus mamfasilitasi aliran investasi sekala luas untuk mengeruk sumber-sumber agraria dalam batas teritorial nasional.

Konflik lahan dengan komunitas lokal atau masyarakat adat adalah satu dari sekian persoalan konflik agraria di Indonesia, yang tercatat sebagai persoalan dari tahun ke tahun menunjukkan tren yang terus meningkat. Akar konflik di sektor lahan paling utama adalah diakibatkan tingkat konversi hutan menjadi sawit yang menyebabkan deforestasi yang sangat parah. Sumatera dan Kalimantan adalah dua wilayah yang memiliki karakteristik konflik serupa, dimana ekspansi kawasan hutan luas yang dijadikan perkebunan menyisakan konflik berupa klaim komunitas lokal atau masyarakat adat dengan negara maupun perusahaan.

Mengkaji persoalan tersebut, Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati yang akan maju pada Kontestasi Pemilihan Kepala Daerah Drs.H.Anwar Sadat, M.Ag dan Hairan,SH menawarkan visi, misi, dan program aksi “Pelaksanaan Legislasi Kepemilikian Lahan Melalui Sertifikasi Lahan dan Mendorong Regulasi Hutan Adat” termasuk meningkatkan konservasi, kearifan lokal, perlindungan sumber air baku dan normalisasi daerah aliran sungai dan pesisir.

“Legislasi Kepemilikian Lahan Melalui Sertifikasi Lahan dan Mendorong Regulasi Hutan Adat”. Merupakan program yang sangat penting direalisasikan untuk warga/masyarakat di kabupaten tanjab Barat, hal tersebut dikarenakan masih banyak warga tanjab Barat yang belum memiliki sertifikasi lahan, termasuk berbagai kebijakan dan aturan mengenai hutan adat belum ada kejelasan. Ketidakjelasan tersebut menjadikan daerah tanjab Barat rawan akan terjadinya konflik penguasaan ruang.

Model pembangunan konvensional yang menjadikan pertumbuhan ekonomi sebagai satu-satunya indikator keberhasilan, tanpa menyelaraskan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan pada akhirnya berdampak buruk terhadap kehidupan masyarakat.

Ekspansi perkebunan merupakan dari sekian banyak model pembangunan konvensional yang telah menjarah sendi-sendi kehidupan masyarakat lokal dengan mengeksploitasi hutan adat secara besar-besaran.

Menjawab hal tersebut, “Legislasi Kepemilikian Lahan Melalui Sertifikasi Lahan dan Mendorong Regulasi Hutan Adat, merupakan suatu hal yang sangat penting untuk direalisasikan guna mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang adil dan merata.

Janji politik ini merupakan jabaran dari Visi dan Misi (Berkah) UAS dan Hairan sebagai Calon bupati tanjab barat 2020. Sebagai kandidat yang ingin mewujudkan kabupaten yang diharapkan masyarakat agar tidak ada lagi permasalahan tersebut serta tidak ada lagi terjadi konflik dikota kelahirannya, UAS – Hairan percaya dengan dukungan masyarakat Se – kabupaten Tanjung Jabung Barat hal tersebut bisa diwujudkan.

Janji tersebut bukanlah sekedar formalitas administratif untuk memenuhi prosedur pemilihan, dan bukan hanya sekedar basa-basi demokrasi melainkan jabaran program kerja Uas-Hairan untuk lima  tahun kedepan jika terpilih menjadi
Bupati tanjab barat 2020.

Visi dan misi dari seorang kandidat dalam Pilkada/Pilbup adalah standar kinerja dan komitmen yang bersipat relistis dan dapat di percaya. Jika seorang kandidat menjanjikan sesuatu yang berlebihan, diluar dari visi dan misinya, diluar nalar dan kewenangan daerah, maka hal tersebut merupakan pembohongan publik, untuk itu masyarakat harus cerdas guna memilih pemimpin tanjab barat 09 Desember 2020.

Mohon doa restu dan dukungan masyarakat semua, mari kita hantarkan Kabupaten Tanjung Jabung Barat .

Penulis: Drs.H.Anwar Sadat,M.Ag – Hairan,SH

Komentar

News Feed