Ketum PKC PMII Jambi Sebut Pernyataan MENAG adalah Upaya Menjaga Keutuhan NKRI

Share

Jambi – Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Provinsi Jambi ikut memberikan komentar terhadap pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholis Qoumas yang di anggap menganalogika pengeras suara masjid dengan gogongan anjing.

PKC PMII Jambi menilai apa yang disampaikan oleh menteri agama bukan semerta menyamakan atau bahkan menodai kumandang azan dengan suara gogongan anjing, tetapi hanya meibaratkan kalau kita tinggal di tempat yang penduduknya non muslim dan memelihara anjing lalu menggogong dengan bersamaan apakah kita tidak terganggu, begitupun sebaliknya.

“Saya melihat apa yang disampaikan oleh menteri agama sudah baik, ini hanya persoalaan perbedaan penafsiran saja yang sehingga menimbulkan makna yang berbeda juga, tetapi saya memiliki keyakinan apa yang dimaksud oleh menteri agama bukan menyamakan dalam tafsirnya antara kumandang azan dan suara ajing.’ Ungkap Hengki Ketua PKC PMII Jambi

Aktivis muda NU provinsi Jambi ini juga menuturkan, langkah yang di ambil menteri agama untuk mengatur pengeras suara di masjid bukan arti untuk mengkerdilkan apa yang menjadi substansi dari perihal melakukan kegiatan agama, melainkan berupaya untuk menjaga rasa toleransi dalam melakukan aktivitas beragama di tengah masyarakat yang majemuk.

Baca Juga :  Gubernur Al Haris Minta ASN Bekerja Maksimal Hadapi Tantangan Global

“Menteri agama memiliki keinginan yang baik supaya persoalan aktifitas beragama satu sama lain tidak menjadi perdebatan di tengan masyarakat apalagi meganggu dari antar kita yang beragama satu sama lain, sehingga muncul niat untuk bisa melakukan pengaturan bagaimana menggunakan pengeras suara di masjid’ Tambah hengki

Selanjutnya, dia sangat mendukung apa yang menjadi langkah menteri agama dalam upaya menjaga keharmonisan, rukun antar sesama umat bergagama di Negara kesatuan republic Indonesia.

“Insyaallah kami akan tetap istiqomah dalam mendukung upaya menteri agama untuk selalu tetap menjaga keutuhan bangsa dan Negara dari narasi-narasi agama.“ Kata Hengki (tj)