Dugaan Pungli, Pihak SMAN 1 Batanghari Pungut Uang Rp.170.000 Per Siswa

Titik Batanghari917 Dilihat
Share

Batanghari – Sekolah Menegah Atas (SMA) Negeri 1 atau yang lebih dikenal dengan Smansa 1 Batanghari merupakan salah satu sekolah terfavorit di Kabupaten Batanghari dan menjadi kebanggan bagi para siswa yang dapat duduk dan bersekolah disana.

Namun tak disangka, pihak sekolah diduga telah melakukan pungli (pungutan liar) kepada siswa-siswi, dengan jumlah besaran yang berbeda-beda, Rp.35.000 per orang untuk kelas sepuluh dan kelas sebelas, untuk kelas dua belas sendiri sebesar Rp.170.000 per orang, dan jika ditotalkan dengan jumlah siswa kelas sepuluh dan sebelas total uang yang diperolah sebesar Rp 21.945.000, sedangkan kelas dua belas sendiri jika ditotalkan mencapai Rp. 46.920.000.

Salah seorang wali murid kelas dua belas yang enggan namanya dituliskan menjelaskan bahwa dirinya merasa keberatan dengan adanya pungutan yang dilakukan oleh pihak sekolah.

“Ya pak, kami merasa keberatan juga pak. Jika lulus, tentu masih banyak butuh biaya untuk melanjutkan kulyah,” jelasnya

Sedangkan salah satu siswa juga membenarkan adanya pungutan yang menurut keterangan pihak sekolah untuk uang perpisahan, kalau di total jumlahnya cukup fantastis.

“Iya benar om, untuk kelas kami 170 ribu per siswa, sementara Kelas 10 dan 11, 35 ribu per siswa,” Ujar salah seorang siswa kelas 12 Smansa Batanghari.

Baca Juga :  Setir Bermasalah, Mobil Tronton Tabrak Pembatas Jalan

Namun yang lebih membuat wali murid heran bahwa ujian Akhir Nasional belum terlaksana, namun uang tersebut harus selesai terkumpul pada Hari sabtu, 08 Februari 2020 kemarin.

Wakil kesiswaan Herlina didampingi Kepala Sekolah, Ronny Setya Wati, saat Di jumpai Beberapa awak media mengatakan, memang ada pungutan yang dilakukan oleh osis Smansa dan menurutnya rencana Kegiatan tersebut sudah Mendapat persetujuan pihak komite sekolah.

“Pada awal tahun kita sudah komfirmasi dengan komite, dan saya sampaikan pada anak-anak khusus kelas 12 yang mau mengadakan perpisahan. Dan setelah mendapat izin dari komite baru kita ACC,” Kata Wakasis Herlina. Senin 10/02.

Dari wawancara, bahwa pihak sekolah mengaku pungutan yang dilakukan oleh panita perpisahan merupakan kesepakatan seluruh siswa yang ada di Smansa. Terlebih tanpa menimbang perekonomian siswa yang orang tuanya kurang mampu.

Terpisah, ketua komite Sekolah SMA N 1 Batanghari, Gusdi Saat dijumpai wartawan  seolah menghindar dari komfirmasi beberapa awak media. “Wah, kalau masalah itu saya belum tau,” singkat Gusdi, sambil menghindar.

Reporter : Putra
Editor : Ahmad Pudaili

Komentar