oleh

Lima Milyar Digunakan, Syufrayogi Anggap Perencanaan Tak Jelas

Share

Tanjab Barat-, Mulai Diprogramkan Kembali Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat Pada Tahun 2017 Sampai Tahun 2019 untuk Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Dengan Menggunakan Anggaran Sebesar 100 Milyar Lebih. Masih Banyaknya Hambatan dan masih tidak tersalurkan Air secara Optimal dengan apa yang diharapkan Masyarakat kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Kembali Dianggarkan Pembelian Mesin Genset PDAM untuk lima Titik Dikabupaten Tanjung Jabung Barat. Agar untuk mensuplai air bersih ke masyarakat dengan Anggaran Satu Milyar Rupiah Per Mesin Diduga Tidak Dipergunakan Pihak PDAM terkesan Menghambur kan uang rakyat.

Pasalnya Setelah Serah Terima, Sampai Saat ini Mesin Sebanyak Lima Unit itu belum Juga Beroperasi.

Hal ini dikatakan Syufrayogi Syaiful Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Komisi II Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Menurutnya, Genset yang dianggarkan menggunakan dana APBD tersebut terkesan sia – sia dan Pada kanyataan Genset tersebut sampai saat ini belum digunakan pihak PDAM kabupaten Tanjung Jabung Barat.

“Genset sudah ada, tapi kok masih menggunakan Aliran Listrik (PLN.red) Apa gunanya jenset itu” Saat Dikonfirmasi. Senin (15/06/2020)

Menurutnya, Untuk Menyuplai Air Agar tersalurkan ke warga Pihak PDAM membutuhkan Tenaga Listrik 360. Akan Tetapi Pada Kenyataannya Pihak PLN hanya menyuplai Aliran Listrik kepada PDAM hanya 317 Dianggap jauh dari yang dibutuhkan.

“Itu Mesin untuk Beram itam , Teluk Bengkah, Teluk Nilau, Teluk pudin, Senyerang” jelas syufrayogi Syaiful.

Hal ini menjadi perhatian, Oleh Anggota DPRD kabupaten Tanjung Jabung Barat, Dan Dianggap Pihak Perencanaan Dari instansi Terkait tidak bisa Mengelola dengan baik Item – Item yang sangat diperlukan.

Sementara itu, Kepala Perusahaan Listrik Negara(PLN) kabupaten Tanjung Jabung Barat Lukman Membenarkan Bahwa Pihak PDAM Adalah Pelanggan Dari Perusahaan yang di Kepalai nya saat ini.

“PDAM pelanggan PLN pak” Ujar nya singkat, Saat Dikonfirmasi  Via SMS

Reporter : Ipandri Arahman Hadi

Editor.      : Ahmad Pudaili

Komentar

News Feed