Penderita Step di Kabupaten Kerinci Butuh Uluran Tangan Untuk Pengobatan

Titik Kerinci1391 Dilihat
Share

Kerinci – Tidak seperti anak-anak pada umumnya, Muhammad Al-Ghaisan balita berumur hampir lima tahun yang tinggal di Desa Koto Majidin Hilir, Kecamatan Air Hangat Kabupaten Kerinci ini hanya bisa terbaring lemas di atas tempat tidur lantaran menderita demam panas tinggi atau step hingga menyebabkan pecah pembuluh darah saat berumur dua bulan, bahkan berat badan Al-Ghaisan hanya 6,8 kilogram, jauh dari berat badan anak normal.

Kedua orang tuanya sudah berupaya melakukan pengobatan medis pada saat berumur dua bulan, sesuai dengan kesanggupan ekonomi keluarga demi kesehatan Muhammad Al-Ghaisan, hingga menjalani operasi di kepala di karenakan terjadi pecah pembuluh darah.

”Setelah mengalami Demam tinggi, Al-Ghaisan tidak sadarkan diri lantaran terjadi pecah pembuluh darah, setelah menjalani operasi maka terjadi perubahan dengan AL-Ghaisan”. Kata Yola Dwika Ibu Al-Ghaisan, Kamis (31/03).

Ia menjelaskan, pada saat berumur 8 bulan, pihak keluarga mencoba mengobati Al-Ghaisan kembali untuk memeriksa kesehatan mata, namun tidak ada respon ketika di periksa oleh tim medis, lantaran ada saraf mata yang sakit. “ini mungkin terlalu lama di dalam inkubator”. tambahnya

Baca Juga :  Bupati Kerinci Bantu Pengobatan Warga Sungai Pegeh Siulak Yang Sakit

Disamping itu, Yola Dwika menuturkan, dirinya harus membantu semua aktivitas Al-Ghaisan baik itu bangun tidur, mengganti popok, hingga memberikan ia makan dengan makan lunak seperti bubur.

Di karenakan Muhammad Al Ghaisan tidak bisa berjalan dan memegang makanan sendiri bahkan di saat belum tidur kaki Al ghaisan seakan-akan tegang tidak bisa di tekukkan layaknya anak normal lainnya.

kedua orang tuanya yang berprofesi sebagai petani ini, hanya bisa berharap ada keajaiban dari yang maha kuasa, serta juga mengharapkan bantuan dari pemerintah kabupaten kerinci dan masyarakat yang dermawan, guna membantu pengobatan lebih lanjut demi kesehatan Muhammad Ghaisan.

“Kami butuh bantuan dari semua kalangan, jika sudah ada modal kami berencana ingin melanjutkan pengobatan Ghiasan kembali, mengingat sekarang ini kami masih keterbatasan ekonomi”. tutupnya

Lebih lanjut di Jelaskan Yola Dwika, untuk perhatian dari pemerintah desa dan puskesmas, dirinya menerima makanan tambahan untuk Al Ghaisan. seperti bantuan tambahan makan bagi balita maupun yang lainnya. (Sep)