oleh

Sosialisasi Karhutla, Kacabjari Tembesi Ingatkan Perusahaan Tak Lakukan Pembakaran Hutan dan Buang Limbah ke Sungai

Share

Batanghari – Bertempat di kantor Camat Mersam, Cabang Kejaksaan Negeri Batanghari di Muara Tembesi menggelar Penyuluhan/Penerangan Hukum mengenai peran kejaksaan dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan serta pencegahan terjadinya limbah berbahaya dan beracun, Rabu (03/03).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Plt Camat Mersam Apriyeldi, Camat Maro Sebo Ulu Budimansyah, Satgas Karhutla, Para Kepala Desa dalam lingkup wilayah Cabang Kejaksaan Negeri Batanghari di Muara Tembesi, Serta Tokoh Masyarakat dan Tamu undangan lainnya.

Plt Camat Mersam Apriyeldi saat membuka Kegiatan sosialisasi menyampaikan kepada seluruh kepala desa agar dapat memperhatikan dan mencatat hal hal penting terkait penerangan hukum pencegahan kebakaran hutan dan lahan serta pencegahan terjadinya limbah berbahaya dan beracun.

“Saat ini sangat rawan akan adanya pembukaan lahan dengan cara dibakar dan adanya pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, untuk itu saya harapkan pak Kades dapat memahami,” kata Plt Camat Mersam.

Sementara itu, Kacabjari Batanghari di Muara Tembesi Fandy Hasibuan,S.H.,M.H saat menyampaikan materi menjelaskan bahwa kejaksaan salah satu aparat penegak hukum yang mempunyai peranan dalam menyelesaikan kasus tindak pidana Karhutla yang merupakan sub Sistem dari peradilan pidana.

“Tujuannya adalah mencegah masyakarat menjadi korban kejahatan, dan bagi mereka yang melakukan kejahatan diharapkan tidak mengulanginya lagi,” cetus Fandy

Kacabjari Muara Tembesi juga menjelaskan keberhasilan dalam rangka memutus penyebaran pembakaran yang brutal oleh sekelompok orang atau individu tidak hanya tugas pihak berwenang saja tetapi juga harus ada dukungan dan sinergi dari masyarakat.

“Maka disini perlu saya jelaskan peran kepala desa sangat diperlukan, jika menemukan titik api segera laporkan kepada Satgas Karhutla,” tegasnya.

Fandy Hasibuan,S.H.,M.H juga mengingatkan kepada para perusahaan baik dalam berskala besar dan kecil untuk tidak membuang limbah berbahaya langsung ke sungai, agar tidak terjadi kerusakan lingkungan, ataupun pencemaran air.

“Jika alam telah murka, manusia tidak bisa lagi berbuat apa-apa, mungkin hanya pasrah, berdoa dan memohon ampunan atas keserakahannya,” tutup Fandy

Reporter : Rendi
Editor : Ahmad Pudaili

Komentar

News Feed