TIKTOK: SEBUAH KEMEROSATAN BANGSA?

169

Oleh : Andi Erni Suciawan
Mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta


Seiring dengan perkembangan zaman, berbagai teknologi dikembangkan oleh para penggerak dunia guna memberikan kemudahan setiap aktivitas pergerakan manusia. Teknologi tersebut mencakup semua aspek kehidupan manusia tidak terkecuali di bidang hiburan. Salah satu teknologi yang diciptakan dalam memberikan hiburan adalah aplikasi Tik-Tok. Aplikasi yang dulunya bernama Douyin ini merupakan aplikasi yang diciptakan oleh Zhang Yiming pada tahun 2016 yang merupakan platform sosial media dengan durasi pendek dan didukung oleh berbagai macam musik yang digunakan di dalam aplikasi tersebut.

Aplikasi ini awalnya banyak ditentang oleh berbagai negara, namun saat sekarang aplikasi ini menjadi booming di berbagai kalangan yang ada di Indonesia. Salah satu bukti akan boomingnya aplikasi ini adalah banyaknya artis nusantara yang tidak malu dan tidak segan-segan mengupload berbagai video tarian kreatif yang mereka buat di aplikasi tersebut. Disela boomingnya aplikasi ini, timbul berbagai macam dampak negatif yang berkaitan erat dengan perkembangan bangsa Indonesia. Oleh karena itu muncul sebuah pertanyaan yang mendasar, apakah TikTok menjadi pertanda kemerosotan sebuah bangsa?

Jika dilihat dari sisi hiburan, aplikasi Tik Tok merupakan aplikasi yang digunakan sebagai wadah untuk menampung kreativitas masyarakat dalam bentuk video singkat. Aplikasi ini berisikan berbagai macam musik untuk latar video yang digunakan serta berbagai macam efek yang spesial dan tentunya unik tanpa proses yang rumit di dalam pengeditannya. Aplikasi ini juga memberikan edukasi tentang info yang disuguhkan oleh content creators serta ladang untuk menciptakan lapangan kerja yang baru bagi sebagian orang.

Namun, jika dilihat dari dampak yang ditimbulkan, terdapat banyak dampak negatif yang muncul dikarenakan aplikasi ini. Salah satu dampak negatif yang ditimbulkan adalah banyaknya anak-anak serta para remaja yang lebih hafal lagu-lagu viral di aplikasi TikTok daripada lagu kebangsaan tanah air. Lebih mirisnya lagi, anak-anak millenial sekarang bahkan lebih mengenal youtuber serta artis TikTok daripada pahlawan nasional Indonesia (dilansir dari laman merdeka.com 8/10/2020).

Hal ini menunjukkan rendahnya rasa cinta tanah air oleh generasi milenial saat sekarang ini yang lebih memfokuskan terhadap hal-hal yang viral daripada hal yang sekiranya dapat memajukan bangsa.

Bagi kaum milenial khususnya remaja Indonesia yang sedang mengalami masa pertumbuhan, tentunya pola pikir mereka terhadap pengaruh aplikasi TikTok sangat memberikan manfaat untuk hiburan di kala senggang. Padahal melihat dari bukti serta fakta yang ada di lapangan saat sekarang, aplikasi TikTok memberikan pengaruh yang buruk terhadap para penggunanya. Mereka tidak menyadari bahwa saat sekarang ini mereka sedang terjajah oleh teknologi itu sendiri terutama aplikasi TikTok.

Banyak dari kaum milenial yang mengekspresikan kehidupan pribadi mereka bahkan tidak segan mengekspos aib mereka di aplikasi TikTok guna meraih ketenaran di dunia maya. Mereka tidak memilah hal yang dapat dikonsumsi publik dan yang mana yang tidak. Ini dilakukan guna meraih ketenaran, meraih pengikut yang banyak serta dapat menjadi seorang influencer dan meraih pundi-pundi rupiah.

Padahal kita sebagai orang indonesia, yang menjunjung tinggi nilai moral dan agama, tentunya mempublikasikan aib kepada media sosial itu bukanlah tindakan yang terpuji. Namun yang ada di dalam pemikiran generasi sekarang adalah bagaimana meraih kepopuleran dengan mengesampingkan nilai moral yang ada.

Saat sekarang ini, banyak wanita yang tidak segan-segan memakai pakaian minim sambil berjoget memamerkan lekuk tubuh mereka di aplikasi TikTok. Hal ini tentunya dilakukan sebagai upaya untuk menarik perhatian dan meningkatkan popularitas. Padahal dari yang kita ketahui, aplikasi TikTok ini digunakan oleh berbagai kalangan. Tentunya hal tersebut akan terekspos di ingatan anak-anak yang melihat video tersebut.

Baca Juga :  Membangun Peradaban Politik Dengan Penuh Kesantunan

Hal ini menunjukkan turunnya nilai moral yang ada saat sekarang guna mencapai popularitas sehingga rela mengorbankan diri dengan berpenampilan kurang pantas demi mewujudkan keinginan untuk mencapai popularitas tersebut tanpa memandang dampak negatif yang ada.

Anak-anak sebagai penerus bangsa dengan segala sifat keingintahuannya tentu akan menirukan aktivitas yang kurang pantas tersebut. Banyak anak-anak yang berperilaku, berdandan serta menarikan tarian yang tidak pantas dari segi umur mereka serta tidak malu mengupload hal tersebut di laman TikTok mereka. Tidak hanya itu, bahkan seorang anak kecil berumur 4 tahun hampir melakukan percobaan bunuh diri dengan tali tirai yang terdapat di kamarnya setelah melihat video anak kecil yang melakukan gantung diri di dalam aplikasi TikTok(dilansir pada Sosok.id 1/11/2020).

Hal tersebut tentunya berpengaruh dalam pola pikir anak-anak yang sedang mengalami masa pertumbuhan sehingga mencoba berbagai hal yang tidak mereka ketahui akan dampak negatifnya terhadap diri sendiri.

Salah satu dampak negatif lain yang ditimbulkan adalah banyaknya pasangan remaja yang memamerkan kemesraan hubungan mereka di aplikasi TikTok yang tidak sesuai dengan nilai moral serta budaya Indonesia. Lebih parahnya lagi mereka merekam adegan hubungan badan layaknya pasangan suami istri. Kejadian ini menjadi viral di TikTok dan menyebar di berbagai media platform lainnya. Kasus ini berujung dengan penangkapan yang dilakukan oleh pihak kepolisian terhadap enam remaja yang masih dibawah umur di Kota Banjar (dilansir dari Tribun Manado 23/2/2020).

Mengetahui fakta tersebut tentunya hal ini sangat disayangkan dikarenakan lunturnya nilai moral yang telah dibangun selama ini serta menjadi ciri khas bangsa Indonesia yang mempunyai nilai moral dan budaya. Mengikuti teknologi guna menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tentunya menjadi hal yang sudah sewajarnya. Namun ditinjau dari dampak negatif yang ditimbulkan terhadap moral penerus bangsa, tentunya teknologi tersebut menjadi suatu pertimbangan bagi negara.

Sebenarnya aplikasi TikTok ini bermanfaat jika dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh pengguna TikTok. Saat ini sama-sama kita sadari bahwa pemakaian aplikasi TikTok oleh generasi milenial tidak terbatas serta terkesan memamerkan segala hal yang bersifat pribadi guna mencapai kepopularitasan. Sebagai generasi penerus bangsa tentunya berbagai hal yang dilakukan harus dipertimbangkan sebaik-baiknya. Perlunya pengontrolan diri oleh para generasi milenial guna menghindari kemerosotan moral. Selain itu kebijakan pemerintah dalam penggunaan aplikasi TikTok sangat diperlukan. Sebelumnya pada tahun 2018, pemerintah sempat memblokir aplikasi TikTok di Indonesia. Namun akhirnya, aplikasi tersebut dibuka kembali dengan syarat adanya pembersihan konten negatif yang ada di TikTok oleh manajemen TikTok. Walaupun terdapat syarat yang telah diajukan, nampaknya penggunaan aplikasi TikTok yang kian marak serta menimbulkan berbagai dampak negatif saat sekarang ini tidak lagi menjadi perhatian pemerintah. Nampaknya pemerintah hanya memikirkan keuntungan yang didapat tanpa mengindahkan moral generasi bangsa yang semakin merosot dikarenakan tidak adanya batasan yang diberikan. Padahal pada dasarnya, nilai moral menjadi salah satu aspek penting dalam memajukan bangsa indonesia yang berlandaskan Pancasila. (*)

Facebook Comments