Batanghari – Terkait pungutan yang dilakukan oleh panitia perpisahan SMA N 1 Batanghari, yang dikumpulkan dari siswa kelas sepuluh, sebelas dan dua belas jika ditotalkan uang yang diperoleh sebesar Rp.68.865.000.
Setelah ditelusuri, ternyata iuran tersebut bukan untuk kepentingan para siswa yang hendak perpisahan saja, melainkan terselip adanya pembelian dasar kain untuk para guru di SMA 1 Batanghari yaitu sebanyak 83 orang guru, dan kain yang di peroleh 2.5 meter per orang dan dana yang dihabiskan untuk pembelian kain tersebut sebesar Rp.10.375.000.
BACA JUGA : Dugaan Pungli, Pihak SMAN 1 Batanghari Pungut Uang Rp.170.000 Per Siswa
Berikut lampiran Rancangan Anggaran Biaya untuk perpisahan tahun ajaran 2020 untuk kelas 12 SMAN 1 Batanghari.
Melihat hal tersebut banyak mendapat komentar dari beberapa masyarakat kabupaten Batanghari, salah seorang warga Muara Bulian sebut saja Agus, dirinya sangat terkejut dengan adanya pembelian kain dasar yang diperuntukan kepada Guru Smansa dan biayanya dibebankan kepada Siswa.
“Wah fantastis juga uang untuk pembelian kain dasar,” ujarnya
Agus juga menambahkan seharusnya manajemen sekolah tidak melaksanakan acara perpisahan yang berlebihan dan tidak membebani siswa. “Ini budaya yang salah dan harus dirubah,” tutupnya
Sementara itu Pengawas SMA 1 N Batanghari, Nuriwan Bakti S. Pd mengatakan sangat menyayangkan jika ada kenang-kenangan berupa bahan kain untuk seragam para guru.
”Sangat di sayangkan kalo ini terjadi, dan menurut saya ini tidak benar,” tutur Sang Pengawas, Selasa 11/02.
Reporter : Putra
Editor : Ahmad Pudaili
























