oleh

Anugrah di Awal Tahun 2019 Saat di Hari Pertama Kerja

Share

Oleh : Khusnil Hotimah


Gumpalan awan yang cukup mendung di pagi hari tengah menyelimuti kawasan kota Depok, Jawa Barat, sehingga membuat diriku merasa berat untuk bangun dari nyenyaknya tidur. Pagi itu, di awal tahun 2019, merupakan hari pertama masuk kerja. Akhirnya, semangat awal tahun yang masih menggelora di jiwa memaksa diriku untuk bangun dan bersiap-siap berangkat ke tempat kerja.

Kulihat jarum jam sudah menunjukkan pukul 07.45 WIB, itu berarti sudah saat nya diriku untuk menuju ke kantor tempat ku bekerja. Namun tiba-tiba saat memanasi motor mata tertuju pada speedometer, hmmm ternyata jarum bensinnya sudah menunjukkan ke tanda merah atau E. “Ah tenaaanng, pom bensin dekat koq, tidak begitu jauh dari sini, nanti aja isi bensin nya sekalian berangkat kerja,” ucapku dalam hati penuh optimis.

Sesampainya di pom, ternyata antriannya begitu panjang hingga ke pinggiran jalan raya. Akhirnya diriku memutuskan untuk membeli bensin di pom berikutnya, tepatnya di Lenteng Agung.

Didalam perjalanan, alhamdulillah jalanan tampak sepi dan lancar, tidak seperti biasanya yang penuh macet dan padat, mungkin itu dikarenakan orang-orang masih pada liburan. Namun, tiba-tiba lagi keraguan menghampiri hatiku, “kira-kira cukup gak ya bensin motorku untuk sampai ke pom berikutnya? hmmm mudah-mudahan cukup,” bisikku kembali meyakinkan diri.

Ketika sampai di stasiun Lenteng Agung, gas motor mulai perlahan turun hingga tidak bisa digas lagi, ternyata bensinnya habis. Wajah panik mulai mengisi wajahku, tapi kucoba untuk tertawa dalam hati agar tidak begitu larut dalam panik. Akhirnya motor kupinggirkan dan kudorong sampai beberapa meter, Hmmm ternyata capek pun mulai kurasakan.

Melihat diriku yang tengah mendorong motor sendirian, dengan kehendak Allah, tiba-tiba ada seorang bapak yang berprofesi sebagai tukang ojek online menyapa dan bertanya kepadaku, “Motornya kenapa non?”. Lalu aku pun menjawab, “Kehabisan bensin pak”.

Mengingat peribahasa yang mengatakan, “malu bertanya capek di jalan”, hehe kuberanikan diri untuk bertanya, “Pak, pom bensin dari sini masih jauh gak? Apakah ada yang jual bensin eceran dekat dekat sini?” Tanyaku !

Bapak Ojek Online pun menjawab: “Cukup jauh non, kalau dorong mah lumayan atuh. Dengan sedikit panik diriku menjawab: “Oh gitu, oke terimakasih pak”

Sembari melanjutkan mendorong motor, tiba-tiba ada yang nyamperin dan berhenti tepat di depan ku, ternyata bapak itu menawarkan untuk mendorong motorku hingga ke pom bensin terdekat. Dengan wajah tulus dari bapak itu dan senyum ikhlas dari penumpangnya, akhirnya aku mengatakan “baik pak.”

Rasanya saat itu sulit untuk diucapkan, ada rasa haru, senang, dan bahagia. Ada rasa syukur yang begitu dalam karna masih ada orang baik di zaman kini yang mau membantu. Jika tidak ada bantuan dari bapak itu, mungkin aku akan telat tiba di kantor dan ada perasaan tidak enak jika telat pada hari perdana masuk kerja setelah libur akhir tahun.

Ucapan terimakasih belum sempat terucapkan ke bapak itu dan kepada penumpangnya karena mereka langsung melanjutkan perjalanan. Akhirnya, sebagai bentuk rasa terimakasihku, maka doa yang tulus serta ikhlas pun langsung kupanjatkan kepada Allah SWT.

“Ya Allah di pagi nan cerah ini, Engkau kirimkan bantuan melalui bapak itu. Berikanlah kesehatan yang paripurna untuk beliau dan keluarganya, rizki yang barokah dan keselamatan dalam mengais rizki-Mu, banyak orderan penumpang, serta bahagia dunia wal akhirat. Aamiin ya Mujiibassailin.”

Semua kebaikan datangnya dari Allah

Begitulah cara Allah SWT memberikan pertolongan kepada Hamba-Nya. Pertolongan itu bisa datang dari siapa saja dan dengan cara apa saja. Tergantung kehendak dan skenario terbaik-Nya.

Redaksi : Ahmad Pudaili

Komentar

News Feed