Bawa 0,5 Sabu 150 Ekstasi, Pegawai Lapas Tungkal Diciduk

53

Tanjab Barat -, Pegawai lapas Kuala Tungkal berinisial RT diciduk anggota unit opsnal sub lll Direktorat Reserse Narkoba Polda Jambi karena kedapatan membawa 0,5 Kg sabu dan 150 butir ekstasi.

Direktur Reserse Narkoba Polda Jambi, Kombes Pol Eka Wahyudianta mengatakan, selain RT, pihaknya juga mengamankan tersangka lainnya berinisial RM.

“TKP di Jalan Terusan Makmur, RT 08, Kelurahan Bram Itam Raya, Kecamatan Bram Itam. (di jalan sebelum LP tungkal),” katanya, Rabu (19/02/2020)

Penangkapan ini bermula ketika pada hari Senin 17 Februari 2020 tim mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa bakal seorang pegawai Lapas yang akan membawa narkotika jenis Sabu dari Kota Kuala Tungkal menuju Lapas Tungkal sekira pukul 06:00 WIB.

Tim lantas melakukan penyelidikan dan pembuntutan terhadap terduga pelaku dan menghentikan pelaku. Penangkapan itu disaksikan warga. Selanjutnya dilakukan penggeledahan terhadap badan terduga pelaku.

“Awalnya tidak ditemukan apapun di badan pelaku. Kemudian tim melakukan penggeledahan pada kendaraan yang dikendarai pelaku dan ditemukan satu bungkus plastik bening besar yang berisi diduga narkotika jenis sabu dan satu buah botol kecil yang berisikan narkotika jenis pil ekstasi di bawah jok motor pelaku,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ini Kronologis Siswi SMP Tebo Yang Kena Perkosa di Dalam WC Sekolahnya

Petugas lantas menuju ke rumah pelaku yang berada di Jalan Nusa Indah, RT 08, Kelurahan Tungkal Empat Kota, Kecamatan Tungkal Ilir. Namun tidak ditemukan barang bukti lainnya.

“Dari hasil pemeriksaan awal, yang bersangkutan menurut pengakuannya telah melakukan aksinya memasukkan narkotika ke dalam Lapas Tungkal sebanyak 3 kali,” ujarnya.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan petugas, yakni satu bungkus plastik bening besar yang diduga Narkotika jenis Sabu seberat 0,5 Kilo gram. Satu botol kecil yang diduga berisikan Narkotika jenis pil Ekstasi sebanyak 150 butir. Dua buah handphone Nokia kecil dan uang tunai sebayak Rp1,9 juta.

“Selanjutnya akan dilakukan pengembangan ke pemesan dan proses sidik secara profesional lebih lanjut,” pungkasnya.

Reporter  : Ipandri Arahman Hadi

Editor       :  Ahmad Pudaili

Facebook Comments