oleh

“Bupati Bungo Gedang Ota” Tulisan di Punggung Pendemo

Share

Muara Bungo – Tak banyak, berkisar lima orang aliansi yang mengatasnamakan Gerakan Suara Rakyat (GSR) kembali mendatangi Kantor Bupati Bungo.

Kedatangan GSR ini ke kantor Bupati Bungo merupakan kali kedua yang dilakukannya. Yang mana sebelumnya, GSR meminta pemerintah memberantas sejumlah tempat hiburan malam yang diduga menjadi tempat prostitusi. Dan sejumlah pasar malam yang diduga menjadi tempat perjudian.

Kali ini, Kamis 07 Februari 2019, aliansi GSR kembali datangi kantor bupati bungo meminta janji pemerintah untuk memberantas tuntutan mereka sebelumnya yang dinilai lambat di tangani pemerintah Kabupaten Bungo.

Dalam orasi kedua kalinya ini, yang disampaikan Ahmad Fadholi dan Debi, menyampaikan dua point yang dipermasalahkan, yaitu infrastruktur jalan dan sebuah perusahaan batubara yang ada di Pal 9 (stopel di depan kantor Disparpora Bungo).

“Tak ada realisasi dari aspirasi yang kami sampaikan sebelumnya. Pertama, tentang penyalahgunaan izin pasar malam, yang dilakukan sebagian tempat perjudian dan kedua tempat pijat tradisional menjadi tempat prostitusi,” jelas Debi

“Ini sudah masuk lagi tuntutan baru, apakah pemerintah mampu untuk menyelesaikan permaslahan yang ada?,” tanya pendemo lagi

Dari aksi GSR ini juga menampilkan berbagai tulisan di karton yang mempertanyakan keseriusan bupati / pemerintah kabupaten Bungo menangani permasalahan yang ada.

Bahkan, dari salah satu aksi pendemo menampilkan tulisan yang pedas bagi pemerintah kabupaten Bungo yang tertulis di punggung pendemo “Bupati Bungo Gedang Ota” dalam bahasa indonesia nya yang berarti “Bupati Bungo Pembohong”.

Selain itu, Magribi yang dikenal pendekar pedang yang sebelumnya juga suka demo solo atau demo sendirian memberi tenggang tiga hari bagi pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan dari tuntutan mereka.

“Kami beri waktu tiga hari untuk menyelesaikan masalah ini, kalau tidak juga selesai maka kami akan kembali datangi kantor bupati bungo. Kami mau tuntutan kami ini benar di dengar oleh pemerintah,” tegas Magribi

Setelah sekian waktu berorasi, kedatangan GSR disambut oleh Asisten II Setda Bungo, Khairul Saleh di ruangan kerjanya. Sehingga Khairul Saleh memberi penjelasan terkait hal yang disampaikan GSR.

“Saya akan memberikan klarifikasi. Pertama, masalah tambang, itu tinggal menunggu waktu. Kedua, untuk permasalahan jalan, saya ingin pastikan jalan Lubuk Landai sampai ke jembatan sudah dianggarkan tahun ini,” jelas Khairul.

Khairul Saleh juga memastikan apa-apa saja yang disoalkan GSR akan disampaikan kepada Bupati Bungo. “Secepatnya kita sampaikan ke Bupati,” singkatnya

Penulis : Ahmad Pudaili

Komentar

News Feed