Batanghari – Gerakan #DiRumahAja, demi mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) berdampak pada pedagang keliling, yang menggantungkan biaya hidup sehari-harinya lewat berjualan.
Hal tersebut juga dirasakan oleh seorang pengusaha home indsutri, Dedi Syamsudin yang keseharian memproduksi es krim untuk dijual kembali oleh 5 orang karyawan nya.
Dedi menjelaskan, jika sebelumnya 5 karyawan tersebut bisa menjual 500- 700 bungkus es dalam sehari, namun dengan adanya virus Corona ini, dirinya (dedi-red) mengaku penjulan es krim mengalami penurunan yang sangat drastis dan sangat berdampak kepada lima orang karyawan nya.
“Untuk omset sekarang menurun hingga 50 persen,” jelasnya
Bukan hanya penurunan penjualan saja yang ia rasakan, tetapi dari segi produksi dirinya juga mengalami dampak yang cukup berarti yaitu dengan mulai melonjaknya beberapa bahan baku untuk pembuatan es krim, dan dirinya juga mengkhawatirkan nasib usaha yang dirintisnya dan kredit motor lima orang karyawannya.
“Mulai terasa dampak corona ini, sekarang bahan baku seperti gula pasir mulai mahal dan yang jadi masalah itu karyawan yang motornya masih kredit klo begini terus bakal tidak terbayar,” tambahnya
Salah seorang karyawannya Dedi, menuturkan, beberapa lokasi yang menjadi area yang biasa dirinya menjajahkan es dagangan nya sekarang tidak lagi dapat berjualan di lokasi tersebut karena dilarang oleh warga setempat.
“Ya, di beberapa lokasi kami juga dilarang jualan,” keluhnya
Ia berharap agar pemerintah Batanghari dapat memperhatikan pedagang kecil sepertinya, dan mengambil kebijakan karena dirinya berjualan bukan untuk mencari kaya tetapi untuk memenuhi kebutuhan sehari hari. (Putra)























