oleh

Kapolsek Pelepat Mengaku Capek Urus Aktivitas PETI di Batu Kerbau

Share

MUARA BUNGO – Warga aliran sungai Batang Pelepat protes atas aktivitas PETI di kawasan Batu Kerbau Kecamatan Pelepat Kabupaten Bungo, membuat mereka kesulitan mendapatkan air bersih hingga timbulnya penyakit gatal-gatal.

Sejauh ini yang telah melakukan protes keras adalah warga dusun Rantel. Mereka meminta aktivitas illegal yang menggunakan Excavator tersebut segera dihentikan, karena hanya membuat mereka sengsara.

Rio (Kepala Desa) Rantel, H. Badrul Aini ketika dikonfirmasi menyebutkan bahwa warganya tidak sanggup menahan kesengsaraan karena sulitnya mendapatkan air bersih. Pasalnya aliran sungai Batang Pelepat yang menjadi sumber utama masyarakat sudah keruh.

Kata Badrul Aini, saat ini pihaknya telah menyiapkan beberapa langkah untuk mengusir pelaku PETI yang berada di hulu sungai Batang Pelepat itu.

“Langkah utama untuk pengusiran PETI yang dilakukan desa menggelar rapat, pada 14 Agustus 2021 lalu di gedung serba guna desa. Hasil rapatnya, menyurati Rio Batu kerbau, pemerintah kecamatan dan Kabupaten, juga anggota DPRD. Kemudian surat resmi juga dilayangkan kepada Kapolsek dan Kapolres, Dandim 0416 Bute. Meminta untuk mengusir aktivitas PETI dihulu sungai,” kata Badrul.

Surat yang disampaikan tersebut menyatakan bahwa warga sudah menderita karena sulit mendapat air bersih, kerugian lubuk larangan kurun beberapa tahun terakhir akibat PETI dan warga sudah menderita sakit kulit.

Karena upaya tersebut, tampak tidak terealisasi, maka warga berencana melakukan perlawanan dan melaksanakan aksi langsung ke TKP. Senin (23/8), warga sudah berkumpul untuk menuju lokasi PETI. Namun, dapat dicegah oleh Polsek dan camat, dimana massa diminta mediasi dengan mengutus Rio dan tokoh masyarakat di Mapolsek Pelepat.

Menanggapi hal itu, Kapolres Bungo AKBP Guntur Saputro melalui Kapolsek Pelepat T.T Monthe yang hadir menemui masyarakat di dusun Rantel mengakui jika pihaknya sudah melakukan segala upaya pencegahan terkait aktivitas PETI di Batu Kerbau, namun tidak berhasil.

Pengakuan Monthe, pihaknya sudah berulang kali masuk ke lokasi PETI untuk mencegah, namun belum membuahkan hasil. “Capek, kalau bahasa dusunnyo litak,” kata Monthe.

“Apa boleh buat. Tindakan Polsek hanya sebatas kemampuan Polsek,” sambung Monthe lagi.

Terkait rencana aksi yang bakal dilakukan masyarakat, dirinya tidak melarang rencana itu. Namun, ia meminta warga memenuhi administrasi terlebih dahulu. “Kita siap mendampingi aksi dan jangan anarkis,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, aktivitas PETI di Batu Kerbau Kecamatan Pelepat Kabupaten Bungo kembali diprotes warga. Warga berang lantaran aktivitas tersebut seolah tak tersentuh penanganan hukum.

Banyak warga terimbas akibat aktivitas illegal tersebut. Terutama warga yang tinggal di aliran sungai Batang Palepat. Warga tidak lagi menikmati air jernih yang menjadi sumber utama mayoritas warga setempat. (tj)

Komentar

News Feed