oleh

KPK Tetapkan 4 Eks Anggota DPRD Jambi Tersangka Suap ‘Ketok Palu’

Share

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan empat tersangka baru atas kasus dugaan suap terkait pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017-2018 atau yang karib disebut suap ‘ketok palu’. Keempat tersangka baru itu merupakan mantan Anggota DPRD Jambi.

Keempat mantan Anggota DPRD Jambi itu yakni, Fahrurrozi (FR); Arrakmat Eka Putra (AEP); Wiwid Iswhara (WI); dan Zainul Arfan (ZA). Keempat Anggota DPRD Jambi periode 2014 – 2019 itu telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 26 Oktober 2020

“Mencermati fakta-fakta persidangan serta didukung bukti permulaan yang cukup, sehingga KPK menaikkan ke penyelidikan, dan kemudian pada 26 Oktober 2020 ,ditingkatkan ke tahap penyidikan dengan menetapkan para tersangka,” kata Plh Deputi Penindakan KPK, Setyo Budianto saat menggelar konpers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (17/6/2021).

Atas perbuatannya, empat tersangka tersebut disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam perkara ini, kata Setyo, para unsur pimpinan DPRD Jambi awalnya diduga meminta hingga menagih kesiapan uang ‘ketok palu’. Tak hanya itu, para pimpinan DPRD Jambi juga disinyalir telah melakukan pertemuan untuk membicarakan hal tersebut.

“(Pimpinan DPRD) meminta jatah proyek dan atau menerima uang dalam kisaran Rp 100 juta atau Rp 600 juta per orang,” beber Setyo.

Selanjutnya, para unsur pimpinan Fraksi dan Komisi di DPRD Jambi diduga juga mengumpulkan anggotanya untuk menentukan sikap terkait dengan pengesahan RAPBD Jambi, membahas dan menagih uang ‘ketok palu’. Para pimpinan fraksi disinyalir menerima uang untuk jatah fraksinya sekira dalam Rp 400 juta hingga Rp 700 juta.

“Itu untuk setiap fraksi, dan/atau menerima uang untuk perorangan dalam kisaran Rp 100 juta, Rp 140 juta, atau Rp 200 juta,” ujarnya.

Adapun, sambung Setyo, khusus untuk para tersangka yang saat itu duduk di Komisi III diduga telah menerima sejumlah uang dengan rincian, Fahrurrozi (FR) senilai Rp 375 juta. Kemudian, Arrakmat Eka Putra (AEP) Rp 275 juta; Wiwid Iswhara (WI) senilai Rp 275 juta; dan Zainul Arfan (ZA) sebesar Rp 375 juta.

Sumber : Okezone.com

Komentar

News Feed