Pandu Masyarakat, Mahasiswa Undip di Tebo Bikin Tempat Cairan Hand Sanitizer dari Pipa

53

Muara Tebo – Universitas Diponegoro (Undip) Semarang melakukan penerjunan mahasiswa dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), dimana tujuannya untuk mengembangkan dan memberdayakan masyarakat, lingkungan dan potensi yang dimiliki oleh daerah yang dituju.

KKN dilakukan sejak tanggal 5 Juli 2020 sampai dengan 15 Agustus 2020. Kegiatan tersebut dilakukan secara mandiri di lokasi domisili tempat tinggal mahasiswa masing-masing, dikarenakan masih pandemi Covid-19.

Pada masa pandemi ini, isu kesehatan dan kebersihan menjadi kunci dalam mengatasi wadah pandemi Covid-19 yang dikenal dengan tingkat penyebarannya yang cukup tinggi dan rentan terhadap seluruh kalangan masyarakat. Namun, tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan dan mewaspadai penularan wabah penyakit ini masih kurang.

Mengatasi hal tersebut, salah seorang Mahasiswa Undip yang melaksanakan KKN di Kabupaten Tebo Provinsi Jambi, Resti Julianti Putri, mengatakan bahwa demi meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, dirinya mengajak masyarakat untuk membuat tempat cairan Handsanitizer. Cairan handsanitizer akan keluar cukup dengan menginjak tuas dari bahan pipa air.

Baca Juga :  Bupati Bungo Beserta Istri Kecelakaan Di Tebo

“Kalau dipencet kan otomatis dipegang dari orang satu ke orang yang lain. Alhamdulillah manfaatnya sangat bagus sekali hand sanitizer sistem injak ini. Karena adanya hand sanitizer tidak disentuh, jemaah otomatis menuju ke tempat untuk mengambil hand sanitizer. Tadinya ditaruh di tempat dan pindah-pindah tapi sekarang orang langsung menuju ke tempat itu. Edukasinya gitu,” katanya. Minggu (09/8/2020).

Lanjut Putri, jika pada umumnya tempat hand sanitizer dipencet ke bawah, alat ini justru mendorong ke atas.

“Butuh lima hari membuatnya, sebab ada dua sistem pada hand sanitizer sistem injak yang dibuat. Yakni dorongan dari per dan sistem gravitasi turun ke bawah. Hingga nanti untuk jalan keluar cairan bisa diam nggak ikut gerak, tempat keluarnya tidak gerak jadi lebih praktis, Alhamdulillah hand sanitizer sistem injak ini mendapat respons positif dari jamaah masjid dan telah kami serahkan ke Kantor Desa Punti Kalo,” pungkasnya. (Cr3)

Facebook Comments