oleh

Perkuat Toleransi, Dua Pendeta di Bungo Kunjungi Ponpes Aswaja

Share

Muara Bungo – Toleransi dapat di artikan suatu sikap saling menghormati dan menghargai antarkelompok atau antarindividu dalam masyarakat atau dalam lingkup lainnya.

Hal ini lah yang dilakukan oleh dua pendeta di Bungo Mardison Simanjorang dan pendeta Swarintha Sinulingga. Bersama sejumlah jemaat, Senin 24 februari 2020 mereka menyempatkan diri menjalin silahturrahmi ke Pondok pesantren Aswaja Jujuhan.

Didampingi ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Bungo Asri Darqutni S.E, kedatangan mereka di pondok pesantren Aswaja disambut langsung oleh pengasuhnya ustad Agus Salim S.Ag.

“Sebagai pimpinan Ponpes sangat senang atas kunjungan saudara kita ini. Tanpa memandang perbedaan, kita bisa memperkuat ukhuwah wathoniah kita dan ukhuwah insaniah kita,” ucap ustad Agus Salim.

Sementara, pendeta Swarinta Sinulingga menyampaikan maksudnya bahwa telah lama ingin berkunjung ke Ponpes Aswaja. “Sebenarnya suasana natal kemarin ingin berkunjung ke sini untuk silaturrahmi,” ucapnya

Dalam hal Kemanusiaan, ia menyebutkan sepakat memberantas kemiskinan dan kebodohan. “Semoga para santri dan santriwati dapat menjadi generasi penerus bangsa yang beriman, berhikmat, berilmu dan berakhlak.” ungkapnya

Selain itu, pendeta Mardison Simanjorang yang juga ketua Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) Daerah Bungo menyampaikan bahwa toleransi bukan hanya ditingkat elit semata, namun harus di mulai dari bawah dan dari bertetangga. “Toleransi dan persatuan ini harus terus kita jaga, karena kita akan bertetangga selamanya,” ucap Mardison

Tempat yang sama, ketua PC GP Ansor Bungo Asri Darqutni juga mengungkapkan bahwa toleransi harus dimulai dari hal yang terkecil. “Hari ini keluarga kita dari Kristiani mengunjungi ponpes, lusa giliran kita yang silaturrahim kesana. Tentu dalam kerangka ukhuwah wathoniah kita,” tandasnya

Kedatangan dua pendeta dan sejumlah jemaat tersebut ke Ponpes Aswaja tak hanya silaturrahim, namun juga membawa bingkisan sembako untuk para santri dan santriwati.

Penulis : Ahmad Pudaili

Komentar

News Feed