Tahun 2019, BNNK Batanghari Rehabilitasi 36 Orang Pengguna Narkoba

Titik Batanghari449 Dilihat
Share

Batanghari – Selama tahun 2019, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Batanghari merehabilitasi 36 orang pengguna narkoba, diantaranya 33 orang laki-laki dan 3 orang perempuan.

Jumlah rehabilitasi ini menurun dibanding tahun 2018 mencapai 39 pengguna narkoba.

“Tahun 2018 kami merehabilitasi 39 pengguna narkoba. Secara persentase cenderung menurun,” kata Kepala BNNK Batanghari, AKBP M Zuhairi saat dijumpai dikantornya, Rabu (22/1).

Zuhairi menyampaikan dari total 36 yang direhab, 31 pengguna menjalani rawat jalan, sementara 5 pengguna lainnya menjalani rawat inap.

“Yang dirawat inap sudah masuk kategori pecandu narkoba pemakai Berat yang di perkuat hasil asesmen dokter BNNK Batanghari yang melibatkan konselor, Dokter kejiwaan dan psikologi,” ujarnya.

Dia katakan, lama proses rehabilitasi maksimal enam bulan, dan para pengguna akan diberikan semacam konseling dan program supaya bisa melupakan jenis narkoba yang dikonsumsi.

“Untuk Rawat inap, pecandu akan kita Reverensikan kirim ke Lido, Batam atau Lampung, dan lama Rehab selama 6 bulan.” tambahnya

Lanjut Zuhairi, rata-rata usia pengguna narkoba yang direhabilitasi berusia 25-35 tahun ke atas dengan berbagai latar belakang pekerjaan. “Rata tata pecandu narkoba adalah masyarakat umum,” sebutnya.

Baca Juga :  GM Batanghari Ekspres di Rampok, Uang 400 Juta Raib

“Maka itu, kami himbau bagi pengguna narkoba yang ingin pulih, silahkan datang ke BNN dengan kesadaran sendiri atau polentry dan kita lakukan esesmen untuk menentukan apakah si pecandu itu kategori rawat jalan atau rawat inap. Dan itu Gratis tanpa di pungut biaya,” tegasnya.

Zuhairi optimistis pengguna narkoba yang sudah selesai ikut rehabilitasi terbebas dari ketergantungan pada benda haram tersebut, jika yang bersangkutan betul betul menjauhi dan memutuskan untuk tidak kembali menggunakan dan melakukan hal yang positif, asal didukung penuh oleh pihak keluarga dan lingkungan agar yang bersangkutan tidak terjerumus melakukan hal yang sama.

“Keluarga dan lingkungan berperan besar membuat seseorang tidak mengonsumsi narkoba,” ucapnya.

Reporter : Putra
Editor : Ahmad Pudaili