oleh

Zoztafia Resmi Dilantik Sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jambi

Share

JAMBI – H Zoztafia S Ag M Pd I, resmi dilantik oleh Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Jambi, pada Rabu (13/10/2021). Pelantikan digelar di Auditorium HM Rasjidi Kantor Kementerian Agama Jalan MH Thamrin Jakarta.

Sebelum dilantik, H Zoztafia sempat menjalani tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kakanwil Kemenag Provinsi Jambi, selama kurang lebih tiga bulan. Selain Kakanwil Kemenag Jambi, Menteri Agama juga melantik pejabat tinggi lainnya yakni Pejabat pratama atau pejabat eselon II dan pimpinan PTKN di lingkungan Kementerian Agama.

Hadir sebagai saksi dalam penandatanganan berita acara, Sekjen Kemenag Nizar dan Dirjen Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani. Tampak hadir juga, para pejabat eselon I, Penasihat DWP Kemenag Eny Retno Yaqut, serta para Staf Ahli dan Staf Khusus Menag.

Menag berpesan, pejabat yang dilantik adalah wajah Kementerian Agama yang mewadahi urusan seluruh umat beragama, dalam relasi negara dan agama di negara Pancasila. Kementerian Agama tidak boleh absen dalam memberikan bimbingan, perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada umat beragama sesuai amanat konstitusi.

“Saya menaruh harapan besar kepada saudara-saudara agar selalu menjaga marwah dan kehormatan Kementerian Agama serta menjaga integritas dalam melayani umat,” ujar Menag.

Ditambahkan Menag jabatan bukan hadiah dan bukan sesuatu yang patut dibanggakan, tetapi amanah dari Tuhan dan negara. Karena itu, lanjut Menag, gunakanlah jabatan yang hari ini diamanahkan kepada saudara-saudara sebagai sarana pengabdian untuk keluhuran agama, negara dan bangsa.

“Tugas Kementrian Agama dulu, sekarang, dan masa datang adalah tugas mulia sebagaimana kemuliaan sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa dalam rumusan dasar falsafah negara kita,” sambungnya.

“Jadikan jabatan sebagai wasilah atau alat untuk meningkatkan pengabdian. Jangan diperalat oleh jabatan sehingga saudara-saudara menjadi lupa diri dan kehilangan suara hati nurani,” harap Menag.

Komentar

News Feed