oleh

Dharmawan Minta Aparat Serius Usut Pemodal PETI dengan Ekskavator

Share

Muara Bungo – Untuk diketahui, beberapa waktu lalu Polres Bungo melakukan razia Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) yang menggunakan alat berat di dusun Batu Kerbau, Kecamatan Pelepat, Bungo.

Diperjalanan pulang usai razia, petugas dihadang oleh ratusan masyarakat hingga terjadi kerusuhan.

Dalam kejadian tersebut, Kapolsek Pelepat AKP Hendri, sempat ditikam oleh masyarakat dan mobil operasional polisi ikut dirusak. Tak tinggal diam, kemudian Polisi turun dan berhasil menangkap para pelaku.

Atas kejadian tersebut 17 orang masyarakat ditetapkan sebagai tersangka. Saat pelimpahan perkara sempat terjadi pertengkaran antara penyidik dan jaksa yang menangani kasus tersebut terkait pasal yang didakwakan.

Terkait hal ini, Dharmawan, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bungo berharap aparat tak tebang pilih dalam penegakan hukum terkait kasus Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di dusun Batu Kerbau.

Ia menilai, saat ini aparat hanya fokus pada kasus penghadangan petugas dan pelaku penikaman Kapolsek Pelepat usai razia. Namun, persoalan PETI yang menjadi sumber masalah hingga saat ini belum tersentuh.

“Persoalan awalnya jelas karena PETI. Tapi kenapa sampai sekarang belum ada pemilik alat berat, pemodal dan pembekingnya belum ada yang ditangkap. Tapi katanya kemarin sudah mengantongi nama,” ucap Darmawan, Kamis (16/7).

Dharmawan menyebutkan, banyak pihak yang terlibat dalam aktifitas ilegal di dusun Batu Kerbau tersebut. Bahkan ada yang disebut-sebut berasal dari kalangan pejabat. Namun, belum pernah dipanggil atau diperiksa.

“Saya rasa semua tahu, banyak pejabat yang terlibat, tapi belum tersentuh. Kenapa cuma masyarakat saja yang dihukum. Jika seperti ini saya takutnya nanti masyarakat hilang kepercayaan terhadap aparat,” tutup Dharmawan. (tj)

Komentar

News Feed