oleh

Diduga Pelaku PETI, Tiga Warga Bungo Diamankan Polisi

Share

Muara Bungo – Tiga orang warga Bungo diamankan pihak kepolisian dilokasi Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) jenis lobang jarum.

Dari tiga orang yang diamankan itu, yang ditetapkan sebagai tersangka hanya satu orang, yakni Ichsan (22). Sementara dua orang lainnya dikabarkan hanya berstatus sebagai saksi, karena menurut polisi, dua orang tersebut tidak bekerja dengan tersangka.

Sementara menurut warga, dua orang yang ditetapkan sebagai saksi tersebut juga merupakan pekeja PETI bersama pelaku.

Warga menilai jika pelaku yang ditetapkan sebagai saksi hanya sebagai kambing hitam saja, sementara dua orang yang jadi saksi tersebut sengaja dilepaskan.

Kapolres Bungo AKBP Guntur Saputro melalui Kasat Reskrim Polres Bungo AKP Sefta Badoyo ketika dikonfirmasi membenarkan jika mereka mengamankan pelaku PETI jenis lobang jarum.

Dalam kasus ini, yang ditetapkan sebagai tersangka hanya satu orang. Dia merupakan mahasiswa disebuah peguruan tinggi. “Satu orang ditetapkan sebagai tersangka,” kata Sefta, Kamis (23/9).

Menurut Sefta, pada awalnya pelaku memang bekerja dengan dua orang rekannya, namun bukan dua orang yang dijadikan saksi itu. Dua rekannya itu berhasil melarikan diri kedalam hutan.

Dua orang yang dijadikan saksi tersebut merupakan warga Rantau Pandan dan Senamat Ulu yang direncanakan akan mencari kerja dilokasi tambang. Namun belum bekerja, petugas kepolisian telah datang kelokasi sehingga kala itu keduanya sempat diamankan, namun statusnya hanya sebagai saksi.

“Dua orang yang diamankan status saksi, bukan berada dilokasi karena cari saksi susah daerah sana jadi dibawa sekalian di periksa dan untuk saksi geledah di lokasi makanya langsung di bawa ke polres,” kata Sefta

“Yang satu ketemu dijalan arah ke sana, yang satu lagi baru sampai di lokasi mereka sama-sama baru mencari kerja,” lanjutnya.

Untuk diketahui, pelaku melakukan penambangan dengan menggunakan peralatan berupa hammer, blower, mesin diesel, untuk mengambil batu dan dikumpulkan di dalam karung. Setelah terkumpul selanjutnya batu di dalam karung tersebut diolah dengan alat palu dan karet guna di hancurkan.

Setelah batu yang diangkat dari dasar lobang itu hancur, batuan tersebut di masukkan ke dalam gelondong dan dicampur dengan raksa atau merkuri.

Setelah gelondongan tersebut diputar dengan mesin penggerak jenis diesel selama sekitar dua jam, batu yang digiling tersebut menjadi lumpur, kemudian lumpur tersebut didulang untuk memisahkan lumpur dengan raksa.

Setelah lumpur dibuang, tersisa raksa yang sudah mengikat emas, dan selanjutnya raksa tersebut diperas dengan menggunakan kain untuk mengambil emasnya, selanjutnya emas yg berbentuk pentolan tersebut ditimbang dan dijual oleh Pelaku. (tj)

Komentar

News Feed