oleh

Ditangani Kejaksaan, Kasus Ambruknya Jembatan Dusun Tanah Bekali dalam Penyelidikan

Share

Muara Bungo – Jembatan menuju lahan pertanian masyarakat Dusun (desa) Tanah Bekali, Kecamatan Tanah Sepenggal yang dibangun dengan menggunakan Dana Desa (DD) senilai Rp 82 juta pada tahun 2016 ini mengalami ambruk.

Setelah pembangunan jembatan tersebut hanya bertahan beberapa bulan saja, karna mengalami rusak parah (ambruk). Bahkan, masyarakat Dusun Tanah Bekali menduga ada praktek korupsi dalam pembangunan jembatan tersebut.

Mansur, salah satu warga menyebutkan, Jembatan yang di bangun pada tahun 2016 tersebut hanya mampu bertahan selama kurang lebih satu bulan. Bahkan tuturnya, tanpa sepengetahuan masyarakat pembangunan jembatan itu dipindahkan dari posisi perencanaan awal. Tak hanya jembatan, Mansur juga menuturkan kondisi jalan rabat beton menuju jembatan itu tak bisa dimanfaatkan, karna juga sudah rusak berat.

“Pada awal perencanaan, saya menjabat sebagai ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK). Namun setelah dananya cair saya digantikan secara sepihak oleh pihak Dusun (Desa). Saya juga sudah pernah melaporkan hal ini ke kejaksaan namun hingga saat ini belum ada respon, kami harap kejaksaan usut tuntas masalah ini, jika benar katakan benar, jika salah ya katakan salah,” ungkap Mansur, yang saat ini menjabat kepala kampung Alang Panjang Dusun Tanah Bekali. (7/10/2018) lalu

Hal itulah yang membuat masyarakat menduga bahwa dalam pembangunan jembatan tersebut adanya praktek korupsi, masyarakat menduga pembangunan jembatan itu tak sesuai dengan spek nya.

Hingga kini, kasus ambruknya jembatan di Dusun Tanah Bekali masih diselidiki oleh Kejaksaan Negeri Muara Bungo. Bahkan hingga kini jembatan itu belum juga diperbaiki.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Muara Bungo, Luhut Supriyohadi mengatakan, setelah dilakukan penyelidikan oleh Intel dan dilimpahkan ke Pidsus. “Terkait jembatan ambruk di Dusun Tanah Bekali, Kecamatan Tanah Sepenggal, sudah dilimpahkan ke Pidana khusus,” ungkap Kasi Intel, pada Kamis (13/12/2018)

Luhut juga mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemanggilan beberapa pihak. Diantaranya pihak desa hingga meminta bantuan pihak Inspektorat. “Sebelumnya kami sudah memanggil dari pihak teknisi dari desa, dan kepala desa (Rio) sudah kita panggil. Untuk pendalaman nanti ada pada Pidsus,” ujarnya

Untuk diketahui, jembatan tersebut merupakan akses masyarakat Dusun Tanah Bekali ke area perkebunan dan persawahan. Akibat ambruknya jembatan tersebut, kini masyarakat yang ingin ke area perkebunan dan persawahan harus menempuh jalan memutar.

Penulis : Firman Toha
Editor : Ahmad Pudaili

Komentar

News Feed