oleh

Fasilitas Pengolahan Sampah di Dusun Dinilai Tak Sesuai Kehendak Pemda

Share

Muara Bungo – Niat Pemerintah Daerah untuk menghilangkan budaya membuang sampah sembarangan dan memanfaatkan sampah menjadi produktif dan di olah menjadi pupuk kompos cukup membanggakan, namun di sayangkan dalam prakteknya  justru mengecewakan dan terkesan gagal total, bahkan bangunan untuk pengelolaan sampah organik dan non organik ini hanya sebagai pajangan saja dan di huni binatang ternak serta di duga jadikan tempat bertemu kaula muda.

Di tahun anggaran 2018 nyaris semua Dusun (Desa) dalam kabupaten Bungo menanggalkan dana yang di luncurkan program bupati Bungo yaitu dari dana Gerakan Dusun membangun (GDM) untuk membangun gedung tempat pengolahan sampah yang di lengkapi dengan kendaraan roda tiga untuk mengangkut sampah, dan pengolahan sampah .

Berdasarkan hasil pantauan dan temuan dibeberapa dusun dalam kabupaten Bungo kendaraan roda 3 yang semestinya untuk pengangkut sampah dari rumah warga ke lokasi TPA terlihat rusak dan terpajang di rumah para Datuk Rio (kades), sama halnya dengan gedung tempat pengolahan sampah juga terkesan mubazir.

Di Dusun Tebing Tinggi kecamatan Tanah Sepenggal Lintas misalnya ,bangunan yang menghabiskan dana Puluhan juta Rupiah tidak di fungsikan dan bangunan yang tidak ada papan informasi sejak di bangun belum ada aktivitas pengangkutan dan pengolahan sampah di dusun tersebut.

“katanya untuk tempat pengolahan sampah dindo, bisa lihat sendiri kondisi bangunannya bagaimana apakah sebanding atau tidak dengan dana yang di alokasikan untuk itu,” tutur warga setempat yang tak ingin disebut namanya sabtu (20/10/2018)

“Kalau roda tiga dan mesin pengolahan sampah kami tidak tahu , mungkin ada di rumah Datuk Rio nyo,” lanjut sumber

Selain itu sumber juga mengatakan di beberapa desa di kabupaten bungo bahwa kendaraan roda tiga di sejumlah dusun tidak di gunakan untuk mengangkut sampah melainkan untuk mengakut  padi, bahan material bangunan seperti pasir dan kerikil dan lainnya .

”Mana ada ngangkut sampah, yang ada untuk ngangkut padi, pasir dan kerikil. Jadi wajar saja rusak sebelum di gunakan,” ujar warga

Fakta dan realita ini patut di fikirkan dan patut menjadi pertimbangan bagi pemerintah kabupaten dan pemerintahan dusun untuk perencanaan penggunaan dana GDM dan dana desa periode berikutnya. Sementara itu, menanggapi hal ini belum ada tanggapan dari Rio Dusun Tebing Tinggi.

Penulis : Firman Toha
Editor : Ahmad Pudaili

Komentar

News Feed