oleh

Mampukah di Berantas PETI Gunakan Excavator di Bungo? Simak Pendapatan Per Minggunya

Share

Muara Bungo – Aktivitas Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Bungo masih terus berlangsung. Minimnya penindakan hukum menjadi salah satu alasan bagi pelaku untuk terus bermain.

Banyak lokasi empuk bagi pelaku PETI untuk merusak alam di Kabupaten Bungo, seperti di sekitar Bandara Bungo, Limbur, Bathin III Ulu, Kuamang Kuning, Palepat Ilir, Pasar Muaro Bungo, Batu Kerbau dan lain sebagainya.

Dari sekian banyak lokasi di Bungo, lokasi terbesar ada di Batu Kerbau. Disana aktivitasnya menggila, kebun warga, sungai, bahkan hutan adat dibabat habis oleh pelaku.

Aktivitas PETI disana didominasi oleh PETI jenis excavator. Disana ada puluhan alat yang bekerja. Banyaknya pelaku PETI meggasak hutan disana karena hasilnya cukup menggiurkan. Per Minggu satu alat berat bisa menghasilkan lebih dari 1 Kg. Jika dikalikan 40 alat berat, berarti penjahat lingkungan itu bisa mengeluarkan 40 Kg.

Jika melihat harga emas saat ini sebesar Rp 840 ribu per gram, maka dalam satu Minggu perputaran uang hasil PETI disana lebih kurang Rp 33,6 miliar.

Menjamurnya pekerjaan ini diduga ada oknum aparat keamanan yang membekinginya. Informasi yang dihimpun, oknum yang membekingi aktivitas ilegal ini diduga ada dari oknum TNI dan oknum Polri.

Dugaan tersebut menguat karena minimnya penindakan dari Polres Bungo, bahkan yang melakukan penindakan adalah petugas dari Polda Jambi.

“Polres Bungo manolah berani nangkap alat tu, karno sudah ado oknum yang membekingi kegiatan tersebut,” kata Hazim warga Bungo.

Baru-baru ini, polisi berhasil mengamankan alat berat yang diduga dibekingi oleh oknum TNI, tak lama kemudian juga mengamankan alat yang diduga dibekingi oleh oknum Brimob.

Meski mendapatkan tangkapan besar, namun Polres Bungo tak mau mempublishnya. Mereka seakan menutupi hasil tangkapan itu, bahkan hingga saat ini, alat berat yang diamankan tidak tau kemana.

“Kalau kiranya ada alat yang ditangkap, mengapa tidak pres rilis. Dimana alat tersebut diamankan,” tanya Hazim.

Dia berharap agar aktivitas PETI tersebut benar-benar diberantas, tidak hanya serimonial saja. (tj)

Komentar

News Feed