oleh

Sidak ke PTM, DPRD Bungo Segera Panggil Kontraktor Nakal

Share

Muara Bungo – Dalam rangka menindak lanjuti laporan masyarakat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bungo menggelar sidak ke Pasar Tradisional Modern (PTM) yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua I Jumiwan Aguza,S.M. Senin (09/12)

Selain anggota DPRD Bungo, turut hadir pihak Dinas PUPR, Dinas UKM Perindagkop, Satpol PP, dan Dinas Pasar.

Sidak kali ini memeriksa proyek pembangunan dan drainase didalam gedung yang memakan anggaran lebih kurang Rp.2.949.156.000 Milyar, yang mengunkan dana APBD 2019, diketahui kontraktor pelakasana PT. Station Energi Indonesia.

Wakil Ketua I DPRD Bungo Jumiwan Aguza,S.M mengatakan, hasil sidak hari ini ia menemukan pembangunan yang tidak efektif dan efesien.

“Banyak sekali keluhan yang di alami oleh para pedagang, terutama lantai licin, selain itu tadi kita semua juga melihat bahwa pembangunan tersebut terlihat tidak sesuai dengan RAB, yang mana tiangnya dibikin pakai triplek,” ujar Jumiwan.

Lebih lanjut, Jumiwan mengakatan, selaku penampung aspirasi masyarakat akan panggil secepatnya dinas terkait dan pihak kontraktor.

“Menurut kasat mata, seharusnya drainase itu harus dibangun kiri dan kanan, sedangkan ini hanya dibangun sebelah kiri saja, itulah yang menyebabkan penyumbatan yang dikeluhkan oleh pedagang dan warga setempat,” jelasnya

Wakil Ketua I DPRD beserta anggota pun meminta kepada dinas PU Kabupaten Bungo beserta kontraktornya untuk membuat drainase yang disebelah kanan agar apabila hujan tidak terjadi kebanjiran.

Setelah melakukan sidak di pasar tradisional, anggota DPRD Kabupaten Bungo bergerak ke Punti Luhur terkait informasi dari masyarakat adanya masalah bongkar muat sawit ilegal.

Reporter : Ares Sandra
Editor : Ahmad Pudaili

Komentar

News Feed