oleh

Demo PETI di DPRD Bungo Memanas, Pendemo Kecewa dan Sebut Dewan Tak Serius Menangani

Share

Muara Bungo – Aksi demo yang dilakukan oleh sejumlah orang dikantor DPRD Kabupaten Bungo.

Dalam aksi, pendemo sempat adu mulut dengan anggota DPRD Kabupaten Bungo yang menyambut aksi tersebut. Pendemo minta DPRD Kabupaten Bungo untuk menandatangani fakta integritas yang telah mereka buat.

Namun pihak DPRD enggan menandatangani fakta integritas itu. Mereka beralasan ada poin-poin yang bukan kewenangan mereka. “Kami tidak mau. Karena ada poin yang tidak kewenangan kami,” kata Asnadi.

Demo tersebut disambut oleh ketua DPRD Kabupaten Bungo dan beberapa orang anggota lainnya.

Ada poin fakta integritas yang seharusnya ditandatangani oleh DPRD Kabupaten Bungo, Bupati Bungo dan Polres Bungo.

Empat poin tersebut diantaranya meminta segera menghentikan aktivitas Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Bungo. Terutama di Batu kerbau. Kemudian segera menertibkan oknum aparat yang terlibat dalam aktivitas PETI.

Ketiga segera mengistirahatkan Kapolsek Pelepat karena sudah capek. Dan yang terakhir meminta Polres Bungo segera menetapkan tersangka pemilik alat berat yang sudah ditangkap beberapa waktu lalu.

Asnadi menyebut jika mereka hanya memiliki kewenangan dipoin nomor satu, sementara tiga poin lainnya bukan ranah mereka. “Kami bisanya cuma nomor satu,” kata anggota DPRD yang lainnya.

Demontrasi yang dilakukan oleh Gerakan Suara Rakyat Kabupaten Bungo itu menyangkut masalah PETI, khususnya di daerah Batu Kerbau Kecamatan Palepat.

Selama ini kegiatan tersebut terus berlangsung, kegiatan tersebut nyaman seolah tak tersentuh oleh penangan hukum. Ada alat yang diamankan, namun hingga saat ini tidak ada tersangka, padahal pihak Polres Bungo sudah mengantongi nama pemilik.

Kecewa dengan tidak ditandatanganinya fakta integritas itu, pendemo akhirnya mundur dengan meramas kertas fakta integritas itu.

Koordinator Aksi Debi Krismanto menyebut jika mereka sangat kecewa dengan DPRD Kabupaten Bungo yang tidak serius untuk mengurus daerah Bungo. “Kami kecewa dengan DPRD Kabupaten Bungo,” kata Debi.

Debi menyebut jika pemberantasan PETI di Kabupaten Bungo hanya cerimonial saja, pemain kecil seperti dompeng selalu diobrak-abrik, sementara penambang jenis excavator tidak ditindak.

“Sekarang kita serahkan kepada masyarakat. Kalau masyarakat mau nambang, nambang la lagi, kalau Ado yang nak memberantas, itu omong kosong la lagi tu,” kesal Debi. (tj)

Komentar

News Feed