oleh

Terjun ke Sungai Bersama Warga, Bupati Bungo H. Mashuri Panen Lubuk Larangan

Share

Muara Bungo – Bupati Bungo, H Mashuri membuka lubuk larangan di Dusun (desa) Rantau Pandan, Kecamatan Rantau Pandan, Minggu (23/08) pagi. Dalam kesempatan tersebut, bupati didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Bungo, Hj Verawati Mashuri, Dandim 0416 Bute dan Sekda, Mursidi.

Terlihat, H Mashuri terjun langsung ke Sungai Batang Bungo, bersama masyarakat Dusun Rantau Pandan. Dengan menggunakan perahu masyarakat, Bupati H Mashuri menuju tengah-tengah sungai untuk menebar jala ikan.

Dengan kepiawaiannya, bupati H Mashuri, berhasil menangkap ikan cukup banyak dari sungai. Hal tersebut membuat masyarakat yang hadir kagum dengan kepiawaian bupati dalam menjala ikan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati H Mashuri meminta kepada masyarakat untuk selalu menjaga lubuk larangan. “Lubuk larangan menjadi salah satu tradisi Kabupaten Bungo yang harus terus dilestarikan,” jelas H Mashuri.

Untuk itu, H Mashuri, bukan hanya meminta tokoh masyarakat saja, tradisi lubuk larangan juga harus dilestarikan oleh generasi muda. “Untuk yang muda-muda jangan sampai menghilangkan tradisi turun temurun seperti lubuk larangan,” pungkas H Mashuri.

Pembukaan lubuk larangan juga diisi dengan kesenian daerah asli dari Rantau Pandan. Kesenian krinok menjadi ciri khas Rantau Pandan dan dimainkan oleh masyarakat.

Selain itu, pembukaan lubuk larangan di Dusun Rantau Pandan menjadi salah satu yang unik. Pasalnya, hasil dari lubuk larangan sepenuhnya digunakan untuk kegiatan keagamaan.

Tokoh masyarakat Rantau Pandan menyebutkan, hasil lubuk larangan semuanya untuk kegiatan keagamaan seperti membenahi masjid, membayar guru ngaji dan kegiatan keagamaan lainnya.

“Semua hasil untuk keagamaan, dengan begitu masjid kita bisa bagus dari hasil kita sendiri,” jelasnya dihadapan Bupati Bungo, H Mashuri.

Mendengar penjelasan dari tokoh masyarakat bahwasanya hasil lubuk larangan sepenuhnya untuk kegiatan keagamaan, Bupati H Mashuri, langsung memberikan bantuan tambahan untuk kegiatan keagamaan. “Saya bantu Rp 10 juta untuk kegiatan keagamaan,” ujar H Mashuri.

Pernyataan Bupati Bungo tak pelak membuat masyarakat bersorak sembari memberikan tepuk tangan. (dai)

Komentar

News Feed