oleh

Kisruh PETI, CE: Jangan Ada Pertumpahan Darah

Share

Sarolangun – Belum lama ini, puluhan warga desa Lubuk Bedorong Kecamatan Limun kabupaten Sarolangun aksi di depan gedung DPRD kabupaten Sarolangun, kehadiran massa tersebut menuntut keras aparat dan pemerintah agar tegas mengusir pelaku Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) yang mengunakan eskavator di hutan lindung dan hutan adat di desa mereka.

Tak puas dengan aksinya, warga lubuk Bedorong menyebutkan akan masuk kedalam lokasi PETI untuk mengusir alat berat Escavator yang beroperasi di kawasan hutan Adat di Desa mereka.

Mendengar informasi tersebut, Bupati Sarolangun Cek Endra didampingi Wakil Bupati Sarolangun Hillalatil Badri, Kapolres Sarolangun AKBP Sugeng Wahyudiono, Dandim Sarko Letkol Inf Tomi Radya Diansyah Lubis, para Kepala OPD dan Camat Limun dengan cepat dan sigap turun lansung menemui warga di Desa Lubuk Bedorong, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun pada Kamis, (04/02/2021).

Cek Endra selaku Bupati Sarolangun mengatakan, hari ini sengaja mendatangi masyarakat Desa Lubuk Bedorong, untuk memberi tahu bahwa kemarin pemerintah kabupaten Sarolangun bersama forkompinda sudah rapat.

“Terkait dengan persoalan PETI yang beroperasi di kawasan hutan adat tersebut, inysaAllah rabu kita akan kesini lagi untuk mengimbau dan mengajak seluruh pemilik mengeluarkan alat-alat itu, kita lakukan secara persuasif, lalu kita buat pernyataan tidak akan mengulanginya lagi, kalau masuk lagi akan kita lakukan tindakan hukum tegas,” katanya

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk bersabar dan menahan diri, karna untuk memasuki areal peti yang memerlukan perjalanan waktu lebih sepuluh jam itu perlu bekal dan waktu.

“Masyarakat harus menahan diri, kita akan urus serius dan sungguh-sungguh. Tidak boleh ada pertumbahan darah disini, dan akan kita selesaikan baik-baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolres Sarolangun AKBP Sugeng Wahyudiono, menghimbau kepada pemilik alat berat untuk meninggalkan kawasan Desa Lubuk Bedorong, dengan batas waktu pada hari rabu.

“Sementara ini, kita berikan kesempatan kepada pemilik alat berat untuk meninggalkan lubuk bedorong di batas waktu yang telah ditentukan yakni rabu depan tanggal 10, jika masih melakukan aktivitas PETI dengan alat berat, maka tindakan yang kami lakukan adalah tindakan penegakan hukum,” katanya.

Reporter : Rayan Arpandi
Editor : Ahmad Pudaili

Komentar

News Feed