Pemkab Sarolangun Gelar Gerakan Pangan Murah Langsung Diserbu Warga

Titik Sarolangun1037 Dilihat
Share

Sarolangun – Pemerintah Kabupaten Sarolangun melalui Dinas Ketahanan Pangan kembali melaksanakan kegiatan operasi pasar Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan, Rabu (15/05/2024) yang berlangsung di Halaman Eks Ceria Toserba, Pasar Atas Sarolangun.

Gerakan Pangan Murah tersebut dibuka oleh PJ Bupati Sarolangun Dr Ir Bachril Bakri, M.App, Sc diwakili Staf Ahli Bupati Sarolangun H Muhammad, S.Ag, yang turut dihadiri Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Masri, SH, Kabid Distribusi Novi Yulianti, S Jajaran pegawai dinas ketahanan Pangan dan Tim satgas TPID Sarolangun.

Usai dibuka sekitar pukul 09.45 Wib, warga Sarolangun langsung berbondong-bondong menyerbu lokasi tersebut untuk membeli sembako yang lebih murah dibandingkan harga yang ada di pasaran khususnya di pasar atas Sarolangun.

Diantaranya, Beras SPHP ukuran 5 kg dijual seharga Rp 58.000,- Telur per karpet Rp 45.000,- Bawang Merah per kg Rp 35.000,- Bawang Putih 1/4 Kg Rp 8.000,- Cabe Merah perkg Rp 45.000,- Cabe Rawit Perkg Rp 36.000,- Minyak Per liter Rp 15.000,- dan Gula pasir perkg Rp 15.000,-

Dalam kesempatan itu, Staf Ahli Bupati Sarolangun H Muhammad mengatakan bahwa Gerakan Pangan Murah ini merupakan tindak lanjut dari arahan PJ Bupati Sarolangun yang mengikuti kegiatan zoom meeting dengan Mendagri M Tito Karnavian, bahwa ada salah satu item yang direkomendasikan yaitu untuk terus melakukan gerakan pangan murah dalam rangka upaya pengendalian harga.

Baca Juga :  Nambah Satu Orang, Anak Dari Pasien 01 Positif Covid-19 di Sarolangun

” Ini bagian dari program yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah. Dan kami harap agar tetap tertib dalam kegiatan operasi gerakan pangan murah ini. Ini kesinambungan terus sebagai upaya mengendalikan harga pangan, dan kita tetap menjaga kestabilan harga,” katanya.

Muhammad juga menjelaskan dalam Gerakan Pangan Murah ini juga bekerja sama dengan Bulog Sarko, dimana beras SPHP 5 kg disiapkan sebanyak 2 ton, telor 200 karpet, cabe 100 kg serta komoditas lainnya.

Untuk harga tentu relatif lebih murah dibandingkan harga yang di pasar.

Misalnya Bawang merah di pasar seharga Rp 46 ribu dijual Rp 35 ribu, kemudian cabe dipasar Rp 50 ribu dan dijual Rp 40 ribu, serta gula dijual 15 ribu perkg.

” Harga pada hari ini bahwa memang kita setiap hari turun ke pasar memantau harga di pasaran, dan memang ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan seperti yang dilakukan gerakan pangan murah,” katanya.

” Sepanjang perjalanan tahun 2024 ini kita akan melaksanakan GOM secara rutin dalam rangka upaya pengendalian harga dan kita lakukan di berbagai kecamatan seperti yang kita lakukan,” kata dia menambahkan.

Komentar