oleh

Sejak Covid-19, Kasus Perceraian di Sarolangun Menurun

Share

Sarolangun – Kasus perceraian di Kabupaten Sarolangun yang diajukan masyarakat ke Pengadilan Agama Sarolangun selama masa pandemi covid-19 menurun. Terhitung penurunan terjadi sejak awal tahun 2020 hingga Juli.

“Masalah perceraian selama pandemi Covid-19 menurun, hanya 130 kasus, mungkin dikarenakn ada covid-19 ini,” kata kepala pengadilan agama sarolangun melalui hakim, Nanda Devi Krisna Putri, Senin (03/08/2020).

Ia juga mengatakan, faktor ekonomi masih mendominasi jadi penyebab orang melayangkan gugatan perceraian. “Kebanyakan cerai gugat dari pihak istri dengan faktor ekonomi, hampir 60% alasan perceraian dari faktor ekonomi. Kebanyakan kejadian di kecamatan Singkut,” katanya

Ia juga menghimbau, agar setiap permasalahan yang terjadi jangan lansung dibawa ke meja hijau. “Untuk pasangan suami istri jangan sampai ketika ada permasalahan lansung di bawa ke meja hijau, seperti permasalahn ekonomi, itukan masih bisa dibicarakan. Ketika ada permasalahan bicarakan secara kekeluargaan mana tau ada titik temu, apa yang kurang bisa diperbaiki, sehingga tidak mengajukan perceraian,” pungkasnya (Rayan)

Komentar

News Feed