oleh

Sertifikat Pra Nikah Jadi Perbincangan, Begini Penjelasan Kemenag Sarolangun

Share

Sarolangun – Adanya isu tahun 2020 mendatang tentang kewajiban bagi setiap calon pasangan yang beragama Islam mewajibkan calon suami istri lulus dan memiliki sertifikasi pra nikah.

Kebijakan itu menuai perbincangan hangat dikalangan masyarakat, di dunia maya maupun dunia nyata. Kebijakan ini diambil sebagai langkah pencegahan perceraian dan sebagai edukasi bagi pasangan yang berencana melaksanakan prosesi sakral tersebut.

Namun, berdasarkan keterangan Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Sarolangun H. M. Syatar, menyebutkan hal tersebut baru sebatas wacana ditingkat pusat, namum belum berlaku bagi daerah. Pasalnya, hingga saat ini pihaknya belum menerima petunjuk maupun perintah lansung dari atasan baik Kanwil maupun Kementerian.

“Sampai saat ini belum ada informasi langsung dari pemerintah pusat maupun kanwil ke kami secara resmi, terkait sertifikat nikah, apakah aturan tersebut diterapkan atau tidak Kita belum tau,” katanya, Selasa (26/11/2019).

Ia juga menambahkan, terkait aturan perkawinan atau nikah hingga saat ini pihaknya masih mengacu pada aturan yang lama, yakni Undang-undang nomor 1 tahun 1994 tentang nikah, sementara itu kembali turun pembaruan terhadap aturan ketentuan umur bagi Calon pengantin perempuan yakni minimal 19 tahun.

“Aturan sertifikat nikah belum Kita terima, aturan tersebut belum baku, kita masih mengacu pada aturan-aturan yang lama, cuma ada UU 16 tahun 2019 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1994 tentang Perkawinan, yang mana mengatur ketentuan usia bagi calon pengantin perempuan,” tuturnya

“Aturan lama Calon pengantin perempuan minimal berusia 16 tahun, namun untuk sekarang wajib minimal berumur 19 tahun, kalau penerapan aturan tersebut sudah berjalan dan telah kita laksanakan, mungkin masih ada yang mendaftar hendak menikah dibawah 19 tahun untuk sementara kita tolak dulu, kita anjurkan mengambil rekomendasi dari pengadilan agama terlebih dahulu,” jelasnya

Reporter : Rayan Arpandi
Editor : Ahmad Pudaili

Komentar

News Feed