Sarolangun – Jumlah penderita penyakit Demam Berdarah (DBD) di Kabupaten Sarolangun saat ini mengalami peningkatan dibandingkan pada bulan-bulan sebelumnya.
Peningkatan penderita SBD kali ini banyak terjadi di wilayah Kecamatan Sarolangun dan Kecamatan Cermin Nan Gedang.
“Benar, tapi saya belum dapat datanya, berapa kasus sudah ada di Kabupaten Sarolangun dan terjadi peningkatan dari sebelumnya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun Bambang Hermanto.
Ia juga mengatakan untuk mencegah makin meningkatnya penderita penyakit akibat gigitan nyamuk aedes aigifty yang menyebarkan virus dengue kepada korbannya.
Dinas kesehatan melakukan Pengasapan melalui alat fogging untuk membunuh nyamuk-nyamuk dewasa yang menyebabkan penyakit tersebut.
“Kita sudah melakukan Pengasapan melalui alat fogging di beberapa tempat, seperti di Tanjung rambai, dan Sungai Abang. Di daerah CNG kemarin alat fogging juga ke sana. Selagi kita dapat laporan hasil laboratorium positif DBD kita akan turun lakukan fogging. Sekarang paling banyak ya, di Sarolangun dan CNG,” katanya.
Hanya saja, pengasapan alat fogging ini untuk mencegah penyakit DBD saat ini tidak dianjurkan lagi, sebab alat fogging belum dapat menyelesaikan masalah tersebut.
Namun hal yang paling manjur dalam mengatasi DBD ini adalah dengan senantiasa menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), salah satunya menjaga lingkungan tetap bersih, melakukan tiga M (menguras, menutup dan mengubur).
“Alat fogging ada sekitar empat unit, kita melakukan fogging berdasarkan kasus. Ya, ketika positif DBD. Fogging itukan sudah tidak dianjurkan karena belum menyelesaikan masalah, itu bahwa sanya PHBS yang memutus mata rantai DBD, tapi kalau sudah positif DBD maka kita fogging nyamuk dewasanya,” tambahnya
“Kemarin di mandiangin juga ada, maka kita jemput bola, kita datangi setiap puskesmas, ada atau tidak pasien DBD. Pengobatannya di rumah sakit, kadang-kadang kan kita tidak bisa mengatakan kalau DBD sebelum ada hasil laboratoriumnya. Sebab, banyak penyakit yang sama gejalanya dengan DBD seperti demam biasa,” tandasnya
Reporter : Rayan Arpandi
Editor : Ahmad Pudaili























