oleh

Didominasi Pelecehan Seksual, Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan Meningkat di Sarolangun

Share

Sarolangun – Selama pandemi Covid-19, jumlah kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Sarolangun meningkat.

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sarolangun, Febriati SE mengatakan, terhitung januari hingga agustus 2020, jumlah kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Sarolangun mencapai hampir 14 kasus.

“Benar, kasus pada perempuan dan anak ini didominasi dengan kasus pelecehan seksual, untuk pelakunya tidak orang lain. akan tetapi orang terdekatnya, seperti ayah kandung dan ayah tiri,” katanya Kamis (06/08/2020)

Ia juga mengatakan, data yang disampaikan hanya sebatas kasus yang dilaporkan. Mungkin masih banyak kasus di luar sana yang tidak kita ketahui. Ia juga mengakui di Kabupaten Sarolangun belum memiliki Rumah Aman. Padahal Rumah Aman merupakan kebutuhan penting bagi korban kekerasan terhadap anak dan perempuan, baik kekerasan fisik maupun kekerasan seksual.

“Untuk sekarang setiap ada korban yang perlu di amankan kami rujuk ke jambi, sebab di sarolangun belum ada rumah aman. Rumah aman merupakan kebutuhan pokok dalam proses rehabilitasi dan konseling kepada para korban kekerasan, kalau¬† bukan ditempatkan di tempat khusus, seperti di Rumah Aman, tentunya tidak maksimal,” jelasanya

Lanjutnya, sebuah tempat yang kondusif sangat diperlukan bagi pemulihan psikis para korban kekerasan. Apalagi kalau korbannya masih di bawah umur, tentu butuh pendekatan dan bimbingan yang lebih intens.

“Kami akan usulkan. Dan alhamdulillah pak bupati dan ibu bupati juga memberi masukan juga supaya di DP3A ada rumah amannya, apa lagi ibu bupati sangat merespon dan selalu memberi motivasi.
Kita sangat butuh Rumah Aman. Tidak mungkin korban kekerasan¬† pulang ke tempat yang tidak aman,” pungkasnya

Reporter : Rayan Arpandi
Editor : Ahmad Pudaili

Komentar

News Feed