Henrizal Buka Seminar Sosialisasi Program Kerja dan Kuliah Ke Jepang

Titik Sarolangun137 Dilihat
Share

Sarolangun – Penjabat Bupati Sarolangun Henrizal, S.Pt, MM membuka kegiatan seminar sosialisasi program kerja dan Kuliah ke Jepang, Senin (22/08/2022) di Ruang Pola Kantor Bupati Sarolangun.

Direktur LPK Berkah Mandiri Fadlan Kholiq mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Sarolangun dan semua pihak atas terlaksananya kegiatan sosialisasi ini dalam rangka memberikan pemahaman dan wawasan kepada masyarakat Sarolangun yang berminat untuk berangkat ke Jepang baik sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) ataupun untuk menuntut ilmu di bangku kuliah.

“Jadi memang kalau mau berubah nasib berangkat dan cari peluang mahasiswa ke Jepang. Melalui seminar ini tentu nanti ada seleksi bagi adik-adik yang ingin menjadi TKI dan kuliah di negara Jepang. Harapan kami khususnya kepada millenial Sarolangun dan setelah ini ada pelatihannya online dan offline,” katanya.

Sementara itu, Penjabat Bupati Sarolangun Henrizal mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian perusahaan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Berkah Mandiri yang membantu pemerintah dalam membuka lapangan pekerjaan ke Jepang bagi kalangan milenial di Sarolangun.

Program magang kerja dan sebagainya di negara Jepang itu sangat menjanjikan. Kata Henrizal, Selain memperoleh pekerjaan dan penghasilan uang, bisa juga diberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ketika itu memang kita mampu itu beradaptasi khususnya bahasa Jepang

Baca Juga :  Lagi Transaksi Narkoba Jenis Shabu, Tiga Pemuda Digelandang Ke Mapolres

“Jadi kerja dapat, pendidikan dapat dan penghasilan dapat yang gajinya lumayan tinggi karena rata-rata di Jepang itu dalam satu bulan itu Rp 22 juta sampai Rp 25 Juta, tapi mereka tidak satu tempat dan beda-beda karena mereka sistimnya home industri,” katanya.

Henrizal juga menjelaskan bahwa untuk bisa menjadi pekerja di jepang tidaklah mudah, harus melalui seleksi yang ketat oleh pihak perusahaan LPK Berkah Mandiri berupa tes kesehatan, kemampuan bahasa, skill dan juga kondisi fisik.

“Kalau sakit menahun, ada tato atau telinga betindik itu tidak boleh, artinya sebelum berangkat itu di seleksi secara ketat. Jadi silahkan berkompetisi adik-adik untuk ke Jepang, dan ingat tidak gampang untuk bisa menjadi pekerja di Jepang, karena bukan hanya pintar saja tapi juga sehat baik jasmani maupun rohani,” katanya.

“Saya ucapkan terima kasih atas pelaksanaan kegiatan ini semoga dengan kegiatan dapat bermanfaat bagi masyarakat sarolangun, dan khusus kalangan milenial silahkan berkompetisi semoga bisa ke Jepang,” kata dia menambahkan.

Komentar