Keberadaan Ponpes Nurul Jalal Sangat Berdampak Positif Bagi Masyarakat

313

“Konsisten Menjadikan Santri Yang Berakhlakul Karimah Serta Berakhlak Mulia”


Pondok pesantren Nurul Jalal Muara Tebo, Jambi merupakan satu – satunya Pondok Pesantren yang terletak di jantung Kota Muara Tebo. Sebagai salah satu studi Islam, pondok pesantren ini telah melalui sejarah yang cukup panjang, dan memberi dampak posotif bagi perkembangan nilai – nilai islam, khususnya di Kabupaten Tebo.

Bahkan, pondok pesantren ini telah mengalami beberapa fase dan sampai saat ini terus berkembang menuju pondok pesantren modern dan mandiri sesuai dengan titahnya membentuk santriwan dan santriwati yang berakhlakul karimah, yang mengusai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Jika ditinjau dari sudut sejarah, pondok pesantren Nurul Jalal Muara Tebo telah melalui tiga fase kepemimpinan.

Awal sejarah ponpes Nurul Jalal didirikan oleh KH. Zahruddin Bin Ustman, beliau seorang tokoh ulama kharismatik yang sangat berpengaruh ditengah – tengah umat Islam. Beliau (KH Zahruddin) lahir pada tahun 1901 di Sungai Jawi – Jawi Balai Asahan, Sumatera Utara. Dimasa masa kecilnya beliau habiskan memang untuk belajar dan menuntut ilmu agama.

Dengan perjalanan panjang, KH Zahruddin sudah banyak belajar dari berbagai guru, sehingga beberapa daerah sudah beliau masuk untuk menyebar syiar agama. Bahkan beliau sebelumnya juga pernah belajar mengaji di perguruan tinggi Islam Al-Azhar Cairo (Mesir) dan juga pernah mengajar mengaji di Masjidil Haram Makkatul Musyarafah (Negeri Mekkah).

Singkat cerita, pada tahun 1943 sampai 1954 beliau mengabdi untuk mensyiarkan agama Islam di Provinsi Jambi, dan mengajar beberapa madrasah di Desa di Jambi.

Pada tahun 1954 beliau menetap di Desa Mangun Jayo Muara Tebo, sehingga beliau mendirikan Pondok Pesantren yang diberi nama Pondok Pesantren Nurul Jalal. Dengan perkembangan zaman, pesantren Nurul Jalal pun terus peningkatan hingga saat ini.

Setelah wafat KH. Zahruddin, ponpes Nurul Jalal dilanjuti oleh KH. Muhammad Mansyur Bin Hamzah yang merupakan menantunya KH. Zahruddin.

Dan pada saat ini, ponpes Nurul Jalal terus di kembangkan oleh H.M. Fauzi Mansyur yang merupakan putra dari KH. Muhammad Mansyur. Yang sebelumnya di Desa Mangun Jayo, saat ini Ponpes Nurul Jalal berada di pusat kota Muara Tebo KM 02.

“Alhamdulillah perkembangan ponpes terus meningkat, sesuai dengan visi Nurul Jalal Menjadikan santri yang berakhlaqul karimah, berakhlak mulia, yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,” sebut H.M Fauzi Mansur saat dijumpai dikediamannya.

Sedangkan Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran (SKL-MP) mengacu pada peraturan Mentri Agama nomor 2 tahun 2008 tentang standar kompetensi lulusan dan standar isi pendidikan agama Islam dan bahasa arab di Madrasah.

Jenjang pendidikan yang ada di Ponpes Nurul Jalal adalah tingkatan Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan tingkat Madrasah Aliyah (MAs). “Saat ini santri lebih kurang seribu (1.000) santri, semua santri tinggal di Asrama yang telah disediakan pihak ponpes. Tidak ada yang berulang dari rumah, hal ini agar santti benar-benar belajar dan menuntut ilmu agama.” Tambah Hamdiyah Mansyur selaku kepala Madrasah.

Hamdiyah Mansyur juga mengatakan. Perhatian pemerintah daerah untuk ponpes Nurul Jalal cukup lumayan, mengingat beberapa fasilitas ponpes berupa bangunan maupun fasilitas lainnya dari pemerintah daerah maupun pemerintah Provinsi.

“Selain menggunakan dana BOS, untuk pembangunan fasilitas ponpes juga ada bantuan dari pemerintah Kabupaten maupun pemerintah Provinsi.” singkat Hamdiyah.

Penulis : Ahmad Pudaili

Facebook Comments