oleh

Disebut Tak Becus, DPRD Bungo Dihadiahi Lipstik Oleh Pendemo

Share

Muara Bungo – Sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan gerakan suara rakyat mendatangi gedung DPRD Kabupaten Bungo guna menyampaikan aspirasi masyarakat. Rabu (09/01/2019)

Aksi damai tersebut di mulai dari pukul 10:00 wib yang di mulai dari bundaran Masjid raya hingga di depan gedung DPRD Bungo yang menuntut kinerja anggota DPRD Kabupaten Bungo.

Dalam orasinya, Debi Krismanto, selaku koordinator lapangan menilai kinerja anggota DPRD Bungo dari tahun 2014 hingga saat ini dikatakanya tidak baik, bahkan mereka menilai kinerja DPRD Kabupaten Bungo kalau di persentasekan hanya 1,5 persen jauh dari kata baik “Wakil rakyat seharusnya merakyat bukan menindas rakyat, itu namanya kampret,” sebut Debi Krismanto

Selain itu Ahmad Padoli menambahkan bahwa beberapa waktu yang lalu ia pernah bersama rekannya mendatangi kantor DPRD melihat absensi. Ternyata nihil, beberapa anggota DPRD bahkan tidak hadir hanya beberapa yang hadir.

“Beberapa waktu yang lalu kami pernah berkunjung ke gedung DPRD Bungo ternyata saat melihat absen hasilnya sangat nihil, di sini timbul pertanyaan kami sebagai masyarakat apakah anggota DPRD Bungo hanya menikmati pasilitas negara saja,” sebutnya

Magribi yang merupakan salah satu orator juga menambahkan bahwa masyarakat tidak butuh anggota DPRD yang tampan, pandai bergaya, akan tetapi masyarakat membutuhkan yang peduli terhadap rakyat. “Kami tidak butuh anggota DPRD yang pandai bergaya, yang kami butuh anggota yang peduli dengan rakyat” tambah Magribi

Arator yang digelar pendekar pedang ini juga menilai bahwa kebijakan anggota DPRD Bungo banyak yang yang tidak becus, mulai dari perjudian yang berkedok pasar malam hingga prostitusi yang berkedok panti pijat.

Setelah orasi, beberapa mahasiswa tersebut di sambut oleh wakil DPRD Syarkoni Syam dan beberapa anggota DPRD Bungo dan melakukan audiensi.

Syarkoni Syam dalam mediasi menyikapi beberapa poin tuntutan tersebut mengatakan jangan dipilih wakil rakyat yang tidak becus pada 2019 mendatang, serta perkara pasar malam dan panti pijat pihaknya sudah menyampaikan kepada pihak yang lebih berwenang yaitu organisasi pemerintah Kabupaten Bungo.

“Kalu masalah anggota DPRD tidak becus di mata masyarakat maka jangan lagi di pilih untuk 2019, ganti DPRD Bungo. Untuk perkara panti pijat dan pasar malam kami sudah menyampaikan kepada pemerintah kabupaten Bungo, karena mereka yang lebih berwenang,” sebut Syarkoni Syam

Sesudah dilakukan mediasi sebagai bentuk apresiasi kepada anggota dewan Kabupaten Bungo, mahasiswa yang mengatasnamakan gerakan suara rakyat tersebut memberikan cindera mata berupa lipstik.

Penulis : Firman Toha
Editor : Ahmad Pudaili

Komentar

News Feed