oleh

Eskavator PETI Dikeluarkan, Wabup : Kita Akan Tetap Lakukan Razia

Share

Sarolangun – Alat berat Penambang Emas Tanpa Izin (PET) yang beroperasi di kawasan hutan adat Desa Lubuk Bedorong, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun akhirnya dikeluarkan dari lokasi, oleh para pemilik alat berat tersebut.

Pengeluaran alat berat jenis escavator secara suka rela itu, merupakan hasil usaha pendekatan persuasif yang dilakukan pihak Pemda Sarolangun bekerjasama dengan TNI, Polri.

“Masih kita lakukan secara persuasif, agar para pemilik alat berat untuk dapat mengeluarkan alatnya secara suka rela. Alat alat tersebut mulai keluar dari malam tadi, ada sekitar 20 unit lebih,” kata Wabup Hillalatil Badri, saat meninjau proses pengeluaran beberapa alat berat PETI, di Desa Panca Karya, Kecamatan Limun Senin, (08/02/2021).

Pengeluaran alat berat tersebut juga dilengkapi dengan surat pernyataan dari para pemilik alat berat untuk tidak lagi mengulangi tindakan aktivitas PETI yang sebelumnya dilakukan.

“Tadi ada perwakilan dari 6 pemilik alat berat yang dikeluarkan menandatangani surat pernyataan terkait tidak lagi melakukan aktivitas PETI, sebelum adanya izin penambangan itu sendiri,” kata wabup

Meskipun saat ini para Penambang Emas Tanpa Izin telah mengeluarkan alat beratnya dari lokasi yang dijadikan sebagai aktivitas PETI, Tim Gabungan dari Pemda Sarolangun, TNI, Polri tetap akan melakukan razia PETI pada Rabu 10 Februari 2020 mendatang.

“Kita akan tetap melakukannya, besok kita akan siaga di Kecamatan, dan hari Rabu nya kita akan turun ke lokasi,” pungkasnya

Sementara itu, Kapolres Sarolangun telah mengintruksikan para anggotanya untuk terus bersiaga menjelang proses penindakan yang akan dilakukan pada hari Rabu mendatang.

“Yang namanya tugas Polisi itu, setiap saat harus berada disekitar masyarakat, tapi kita tidak hanya menjaga masalah ini saja, karena ada hal-hal lainnya yang harus kita jaga. Seluruh anggota Polri berusaha untuk hadir ditengah-tengah masyarakat,” kata Kapolres Sarolangun

Reporter : Rayan Arpandi
Editor : Ahmad Pudaili

Komentar

News Feed