oleh

Sempat di Bilang Gila, Bukit Tempurung Mampu Sedot 4.000 Pengunjung

Share

Sarolangun – Viralnya bukit Tempurung Garden bak negri di atas awan, membuat wisatawan terus berdatangan. Bukan hanya dari daerah Kabupaten Sarolangun saja, tapi juga dari berbagai daerah di Provinsi Jambi bahkan dari Provinsi lain di Pulau Sumatera.

Bukit Tempurung Garden yang di resmikan di Bulan Januari lalu, sudah dikunjungi ribuan pengunjung yang mencapai lebih kurang sekitar 4.000 lebih pengunjung yang datang.

Radinal Mukhtar, selaku Kades Lubuk Bangkar mengatakan, awal mula dibukanya wisata tersebut berbekal sewadaya masyarakat, dengan ketekunan dan kesabaran, wisata ini dibangun dengan rasa kegotong royongan.

“Waktu mulai merintis saya dibilang gila, sebab mana mungkin orang mau mengunjungi. Namun, berkat kerja keras dibantu tokoh masyarakat akhirnya bisa tercapai membangun wisata ini meski belum sempurna,” katanya

Ia juga mengatakan keberadaan objek wisata ini berdampak terhadap perekonomian masyarakat, sebab masyarakat bisa membuka warung di lokasi bukit Tempurung, menjual minuman dan makanan ringan, rokok, penyewaan tenda dan ayunan, bahkan sewa ojek bagi pengunjung dan sewa parkir.

“Benar, kedepan kami akan membuka objek wisata lainnya yang ada di desa ini, karena dengan adanya pengunjung ke sini, bedampak bagi perekonomian masyarakat,” tambahnya

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (DISPARPORA) Kabupaten Sarolangun M. Idrus mengatakan, akan membangun fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan destinasi wisata tersebut serta membenahi infrastrukturnya.

“Untuk anggaran pengembangan wisata bukit tempurung sudah kita masukkan perencanaan Dana Anggaran Khusus (DAK) 2020 dan sudah kita sampaikan ke Pemerintah pusat, insya Allah rencana kedepan akan kita bangun gazebo, tempat pondok istirahat atau pendopo, pagar pembatas, jalan setapaknya, wc dan kamar ganti,” katanya

Ia juga mengatakan untuk permasalahan infrastruktur pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk mencari solusi permasalahan tersebut.

“Iya, saya sudah minta tolong sama PU untuk dianggarkan di APBD untuk pengaspalan jalan, dan saya juga sudah ngomong sama Bappeda, kalau bisa dibuat jalan terobosan mobil disana, tinggal lagi pak kadesnya ada gak tanah yang bisa dibebaskan tanpa dibayar,” pungkasnya

Reporter : Rayan Arpandi
Editor : Ahmad Pudaili

Komentar

News Feed